Enam Agenda Besar Perguruan Tinggi NU untuk Jawab Tantangan Abad ke-2;NU
MENJELANG Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Tambakberas, Jombang, Lembaga Pendidikan Tinggi PWNU Jawa Timur (Jatim) telah meluncurkan kerangka kerja strategis berupa enam rekomendasi menyeluruh untuk arah kebijakan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) ke depan.
MENJELANG Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Tambakberas, Jombang, Lembaga Pendidikan Tinggi PWNU Jawa Timur (Jatim) telah meluncurkan kerangka kerja strategis berupa enam rekomendasi menyeluruh untuk arah kebijakan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) ke depan.
Rumusan ini dihasilkan dari sarasehan Pra-Muktamar yang digelar bekerja sama dengan Universitas Islam Malang, Rabu 12/8/2026.
Ketua LPT PWNU Jatim Prof. Dr. Junaidi Mistar, Ph.D. menjelaskan bahwa enam agenda besar tersebut disusun secara sistematis dan terintegrasi untuk menjawab tantangan masa depan PTNU di abad kedua NU.
BACA JUGA: Kader NU di KPU RI Serahkan Koin Muktamar Rp 358 Juta
Pertama: Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola. Agendanya mencakup penataan struktur organisasi, penguatan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi (BPP), pengembangan otonomi kampus, serta harmonisasi statuta dan standar operasional prosedur. Termasuk penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan integrasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ke dalam seluruh instrumen tata kelola.
Kedua: Penguatan SDM dan Kaderisasi Akademik. Fokus pada strategi percepatan jabatan akademik dosen menuju Lektor Kepala dan Guru Besar. Peningkatan kualifikasi akademik, penguatan kompetensi tenaga kependidikan, serta pembangunan sistem rekrutmen dan pembinaan talenta unggul secara terpadu.
BACA JUGA: Muktamar ke-34 NU Dimajukan Jadi 22-23 Desember 2021
Ketiga: Riset, Publikasi, dan Inovasi Kolaboratif. Mendorong peningkatan mutu penelitian, produktivitas publikasi ilmiah bereputasi, hilirisasi produk inovasi, serta kolaborasi riset antarkampus PTNU dan dunia industri agar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Keempat: Pemeringkatan, Reputasi, dan Internasionalisasi. Strategi peningkatan posisi PTNU dalam klasterisasi Kemendiktisaintek, penguatan kinerja SINTA dan Webometrics, peningkatan sitasi publikasi, serta pembentukan jejaring kemitraan internasional yang berkelanjutan.
Kelima: Harmonisasi Regulasi dan Penjaminan Mutu. Menyusun standar yang lebih adaptif sekaligus menjaga kekhasan nilai-nilai Aswaja sebagai pembeda utama PTNU di tengah persaingan pendidikan tinggi nasional.
Keenam: Kemahasiswaan, Beasiswa, dan Jejaring Alumni. Memperkuat prestasi mahasiswa, pengembangan keterampilan, perluasan akses beasiswa, kaderisasi berbasis nilai ke-NU-an, serta mengokohkan peran alumni sebagai mitra strategis pembangunan kampus.
Sinergi adalah Kunci di Abad Kedua NU
Sekretaris LPT PBNU Dr. rer.pol. M. Faishal Aminuddin menegaskan poin paling mendasar dari seluruh rumusan ini: sinergi nasional antar-PTNU. Selama ini ratusan kampus NU tersebar di seluruh Indonesia, namun belum sepenuhnya bergerak dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Enam rekomendasi ini adalah upaya menjawab kelemahan tersebut.
Sementara itu, Prof. Dr. Mukhammad Najib, M.M. dari Kemendiktisaintek menggarisbawahi bahwa transformasi tidak boleh berhenti pada urusan administrasi semata. Yang dibutuhkan adalah ekosistem pendidikan tinggi yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi bangsa. Terutama bagi Jawa Timur — provinsi dengan jumlah PTNU terbanyak — rumusan ini menjadi bukti kesiapan NU mengambil peran sentral dalam pembangunan intelektual bangsa.
Enam rekomendasi LPTNU Jawa Timur bukan sekadar daftar keinginan. Ia adalah peta jalan yang disusun secara menyeluruh — dari struktur organisasi hingga mutu lulusan, dari dosen hingga alumni, dari riset dalam negeri hingga jejaring internasional. Ketika Muktamar ke-35 NU dibuka di Jombang akhir Agustus nanti, rumusan ini hadir sebagai bukti: di abad kedua NU, perguruan tingginya siap melangkah lebih jauh — bersama-sama, menyatu dalam visi, dan bergerak menuju keunggulan yang mendunia. (Imam Kusnin Ahmad)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0

Comments (0)