Liburan Sekolah di Afsel Dimanfaatkan dengan Lihat Ikan Paus Langsung di Lautan Lepas

uat anak-anak, tentu saja ini kabar gembira. Buat orang tua? Hmm, mungkin perlu sedikit negosiasi dengan kalender keluarga untuk mengatur kegiatan selama liburan.

Oct 18, 2026 - 13:27
Updated: 16 hours ago
0
Liburan Sekolah di Afsel Dimanfaatkan dengan Lihat Ikan Paus Langsung di Lautan Lepas
Siap naik kapal buat cari paus di lautan. (FOTO: Okky)

ENAM bulan tinggal di Cape Town, Afrika Selatan, rasanya kami sudah mulai terbiasa dengan kehidupan sehari-hari dan mengenal lingkungan sekitar. Tapi, tunggu dulu! Ternyata, enam bulan belum cukup untuk membuat kami berhenti terkesima dengan kota ini. 

Setiap kali mendengar cerita baru tentang Cape Town, reaksi kami masih saja, “Hahhh, seriusss? Di Cape Town ada ituuu? Di manaaa?” Salah satunya ketika kami mendengar bahwa hanya sekitar dua jam dari Cape Town, kita bisa melihat paus dari jarak super dekat. WHATTT? PAUS? DARI DEKAT? Di mana ituuu?!

Baru juga dua bulan masuk sekolah, ehhh, DoubleZ (dua anak lelaki kami) sudah dapat hadiah libur sekolah selama 10 hari! HAHAHA. Ternyata, bukan cuma orang dewasa yang butuh work-life balance, anak sekolah pun punya jatah study-life balance. Gimana nggak happy dan semangat sekolah kalau baru belajar sebentar, sudah ada liburan yang menanti? 

BACA JUGA: Di Portugal, Anak-Anak Hanya 9 Bulan Sekolah per Tahun, Tiga Bulan Lainnya Libur

Rasanya, sekolah di Afrika Selatan ini tahu betul bagaimana menjaga semangat murid-muridnya, yaa. Hehehe.

Buat anak-anak, tentu saja ini kabar gembira. Buat orang tua? Hmm, mungkin perlu sedikit negosiasi dengan kalender keluarga untuk mengatur kegiatan selama liburan. Apalagi kalau dua bocah aktif seperti DoubleZ sudah punya banyak ide untuk mengisi hari-hari tanpa sekolah. Selamat datang, liburan sekolah! Mami juga harus siap dengan drama baru, nih!

Satu bulan sebelumnya, kami sempat mendengar tentang sebuah aktivitas seru bernama whale watching. Hahhh, melihat paus langsung di laut lepas? Tentu saja, ini langsung masuk daftar pengalaman yang ingin kami coba!

BACA JUGA: Di Cape Town, Aku Bertemu Banyak Teman Indonesia, bahkan Ikut Pengajian Bersama Ibu-Ibu

Ternyata, ada sebuah kota yang dikenal sebagai Kota Paus, namanya Hermanus. Kota pesisir kecil yang berada di Provinsi Western Cape ini berjarak sekitar 120 kilometer dari Cape Town, atau sekitar dua jam perjalanan darat. Cukup dekat untuk dijadikan destinasi day trip bagi warga Cape Town yang ingin sejenak menikmati suasana berbeda.

BACA JUGA: Berbagai Tempat Wisata yang Eksklusif dan Indah di Cape Town, Afrika Selatan

Hermanus memang menawarkan pesona yang sulit ditolak, pemandangan pantai yang cantik, hamparan laut biru, udara pesisir yang segar, angin kencang, dan tentu saja, kesempatan untuk melihat paus di habitat aslinya pada musim yang tepat. Tak heran, banyak warga Cape Town yang datang untuk menikmati liburan singkat, sementara turis dari berbagai penjuru dunia juga menjadikan kota kecil ini sebagai destinasi wisata dari padatnya hiruk-pikuk kota besar.

Duduk dipinggir samudera Atlantik, untuk cari paus yang berenang menepi. (FOTO: Okky)

Perjalanan liburan kali ini bisa dibilang juga dadakan. Kami baru booking hotel dan membeli tiket kapal untuk whale watching, seminggu sebelum keberangkatan. Hal ini dikarenakan kami memantau ramalan cuaca terlebih dahulu. Menurut kami, kalau cuaca cerah, maka kemungkinan bisa melihat paus kan lebih besar daripada saat mendung atau hujan. 

Kedatangan kami ke Hermanus juga bertepatan dengan Whale Festival – acara tahunan yang diselenggarakan oleh kota Hermanus. Di mana ini merupakan peak season untuk bisa melihat paus berkeliaran di lautan pantai Hermanus.  

Paus yang bisa dilihat di pisisir pantai Hermanus ini berasal dari Samudera bagian selatan Antartika. Tujuan mereka migrasi ke Afrika Selatan adalah untuk proses reproduksi – melahirkan, membesarkan anak, dan kawin. Sebelum bulan Juni mereka fokus mencari makanan dan mempersiapkan cadangan makanan. Makanan utama dari paus adalah ikan krill – yang berbentuk seperti udang namun ukurannya lebih kecil. Kemudian antara Juni – Juli adalah waktu perjalanan mereka ke Hermanus. Meskipun rombongan paus akan migrasi tetapi mereka tidak datang bersamaan.

Mengapa Hermanus dipilih sebagai tempat reproduksi? Dan mengapa mereka tidak tinggal selamanya di Hermanus?
Lautan di dunia memang luas, namun tidak semua lautan sama. Khususnya terkait dengan ketersediaan makanan dan juga kondisi kedalaman air laut. Paus memilih pesisir pantai Hermanus karena perairan dangkal dan relatif terlindungi. Menurut paus, ini adalah tempat yang cocok untuk melahirkan dan membesarkan anak. Karena ketersediaan makanan tidak cukup banyak seperti di samudera bagian selatan, maka ibu paus akan menggunakan cadangan lemak di tubuhnya untuk bisa mencukupi nutrisi untuk dirinya sendiri dan nantinya menyusui bayinya. 

Panjang paus sekitar 6 meter. (FOTO: Okky)

Paus yang migrasi ke Hermanus tidak semuanya memiliki tujuan yang sama. Selain melahirkan mereka juga mencari pasangan paus untuk kawin. Musim kelahiran bayi paus ini sekitar bulan Agustus – September. Sehingga Oktober ini adalah peak season bisa melihat banyak paus. Nanti di bulan November – Desember adalah persiapan mereka untuk kembali melanjutkan perjalanan hidup, mencari makanan sebanyak-banyaknya. Dan ini saatnya ibu paus mengajarkan bagaimana cara mendapatkan makanan kepada anaknya.

KINI PAUS HAMIL 7 TAHUN SEKALI

Siklus seperti ini terus berulang setiap tahun. Menariknya, selayaknya manusia, paus juga terus mendampingi anaknya untuk bertumbuh, butuh waktu recovery sebelum memutuskan hamil lagi, dan juga memulihkan kesehatannya setelah proses hamil dan melahirkan bayi paus. Jadi biasanya paus akan hamil lagi di tahun ketiga setelah kondisi mereka sudah fit. 

Terlihat paus dari sangat dekat, muncul kepalanya ke permukaan. (FOTO: Okky)

Namun menurut hasil penelitian Els Vermeulen (2025), sejak tahun 2022 jarak rata-rata betina paus hamil lagi sekitar 7 tahun. Hal ini bisa disebabkan oleh sumber makanan berubah, cadangan energi induk paus berkurang, dan perubahan iklim. 

Demi puas bisa melihat paus dari dekat, kami mengambil paket whale watching tour selama 2 jam. Ini bukan private tour, jadi dalam 1 kapal akan diisi sekitar 30 penumpang dan 5 awak kapal. Harga tiket untuk 4 orang dikenakan biaya sebesar 4500 ZAR atau Rp. 4.500.000. Tiket wajib dipesan terlebih dahulu secara online dan bahkan mustahil bisa dipesan di hari H karena mostly tiket akan sold out. 

Sampai ketemu di term 2 guys!! (FOTO: Okky)

Selama 2 jam perjalanan keliling lautan, Alhamdulillah bisa melihat 7 paus besar tipe Southern Right Whale. Ciri khas dari paus ini memiliki bernakel putih di bagian kepalanya. Ada paus yang kami lihat berdampingan juga, namun tidak yakin apakah itu ibu paus dan anaknya, hehehe.

Liburan ke Hermanus ini sungguh mengesankan untuk Zygmund, karena dia yang paling semangat untuk melihat paus. Bahkan dia juga membawa buku ceritanya dari Cape Town yang berisi tentang paus. Selama 3 hari di Hermanus hampir tiap hari bisa melihat paus tanpa menggunakan binocular. 

Persiapan untuk berburu paus. (FOTO: Okky)

Saat melihat si paus melakukan akrobat lompat rasanya senang sekali. Namun sayangnya momen ini terlewat ditangkap kamera. Overall, we love Hermanus!!!!

Setelah melihat pinguin di Cape Town, paus di Hermanus, next harus explore apa lagi ya di Afrika Selatan? (*)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User