Berbagai Tempat Wisata yang Eksklusif dan Indah di Cape Town, Afrika Selatan
SETELAH lima bulan, aku sadar bahwa aku mulai mengenal Cape Town, Afrika Selatan, dengan cara yang berbeda. Pertama kali menginjakkan kaki di sini serasa menjadi seorang turis. Namun, siapa sangka sekarang sudah mulai menikmati layaknya warga lokal. Bukan lagi mengejar itinerary (jadwal rinci perjalanan) liburan, melainkan menulis list grocery (daftar kebutuhan sehari-hari) harus belanja apa hari ini.
Saat kawan pembaca pindah ke tempat baru, apa prioritas utama yang akan dilakukan?
BACA JUGA: Gegara Kebablasan ke Sao Bento, Acara Naik Kapal di Sungai Duoro Tertunda di Hari ke 3
Ketika mendengar nama Cape Town, Afrika Selatan, hal pertama yang mungkin terlintas di kepala adalah megahnya Table Mountain, indahnya matahari terbenam di Camps Bay, atau lucunya penguin di Boulders Beach. Oh ya Table Mountain adalah gunung yang memiliki puncak datar selebar sekitar 3 kilometer dengan ketinggian mencapai 1.086 meter di atas permukaan laut.
BACA JUGA: Tersedia Dua Tempat Nyoblos: KBRI dan Dapur Omah Povoa pada 10 Februari
Tempat-tempat tersebut memang menjadi daya tarik utama yang membuat banyak orang memasukkan Cape Town ke dalam daftar destinasi impian.
Cantiknya Cape Town disamping samudera Atlantik
Namun, ada juga yang membayangkan Afrika Selatan sebagai tempat yang super panas, kering, penuh padang savana, lalu setiap hari hidup berdampingan dengan Big Five di tengah hutan. Hahaha. Padahal, Afrika Selatan sangat luas dan memiliki karakter yang berbeda-beda di setiap wilayahnya.
Dan untuk Cape Town sendiri, ternyata kota ini memang secantik itu. Masya Allah.
Lima bulan tinggal di sini membuatku semakin memahami mengapa banyak orang jatuh cinta pada Cape Town. Kota ini seperti memiliki kombinasi yang sulit ditolak: gunung, laut, pantai, perkotaan, perkebunan wine, hingga berbagai kawasan dengan karakter yang berbeda. Dalam satu hari, kita bisa melihat pemandangan pegunungan, menikmati udara pantai, kemudian kembali ke suasana kota.
Visit Cape Town, wajib mengunjungi Table Mountain
Kawan Pembaca yang sudah pernah datang ke Cape Town mungkin akan mengerti apa yang aku maksud. Ada sesuatu dari kota ini yang membuat kita tidak pernah benar-benar bosan melihat pemandangannya. Bahkan setelah beberapa bulan tinggal di sini, ada kalanya aku masih berhenti sejenak dan berpikir, “Wow, ternyata aku sekarang tinggal di tempat seperti ini.” Masya Allah.
Bulan September ini, musim dingin telah berganti menjadi musim semi. Sejak sekitar bulan Juni, sweater dan jaket menjadi outfit wajib yang hampir selalu menemani aktivitas sehari-hari. Awalnya aku cukup penasaran seperti apa winter di Cape Town, terutama karena sebelumnya kami pernah tinggal di Eropa dan sudah cukup akrab dengan musim dingin.
Ternyata, winter di Cape Town memberikan pengalaman yang berbeda lagi. Dingin dan angin super kencang!!!
Meskipun bau amis pinguin, Zygmund tidak mengeluh sama sekali
Salah satu hal yang cukup menarik bagi kami adalah bagaimana menghadapi dinginnya malam di rumah. Hebatnya, selama winter kali ini kami berhasil tidak menyalakan heater ruangan saat tidur. Bukan karena tidak dingin, ya. Tetap dingin! Hahaha. Hanya saja, kami menemukan cara yang menurut kami jauh lebih praktis dan nyaman, yaitu menggunakan electric blanket atau selimut penghangat yang diletakkan di bawah sprei.
5 bulan di Cape Town, sudah bisa checklist 5 destinasi wajib. Apa sajakah itu?
Pertama, tentu saja Table Mountain. Destinasi ini rasanya hampir mustahil dilewatkan kalau sedang berada di Cape Town. Aku sudah pernah mengulas sebelumnya tentang kemegahan Table Mountain, salah satu ikon kota ini yang bahkan masuk dalam daftar New7Wonders of Nature. Dari gunung, yuk melipir ke pantai!
Jalan sore santai di promenade Sea Point - Cape Town
Kedua, Sea Point Promenade. Jalan santai di sepanjang Sea Point adalah best deal banget untuk keluarga kecil. Bisa menikmati pemandangan laut tanpa biaya masuk, sekaligus membiarkan anak-anak bermain di beberapa playground besar yang tersedia gratis di sepanjang promenade (jalan). Sederhana, santai, tapi tetap menyenangkan.
Ketiga, Camps Bay. Kalau datang bersama pasangan, wajib banget menikmati sunset di kawasan Camps Bay. Ajak pasangan ke café cantik, pesan mocktail atau cocktail, lalu duduk manis menikmati golden hour yang cantik banget. Jangan lupa cek restoran atau café yang ingin dikunjungi sebelumnya, apakah membutuhkan reservasi. Apalagi saat musim liburan, café-café dengan view cantik seperti ini biasanya cepat penuh. Jadi, jangan sampai sudah datang jauh-jauh malah kehabisan tempat duduk. Hahaha.
Keempat, yang menurutku wajib disebut ketika berbicara tentang keindahan Cape Town adalah Chapman’s Peak Drive. Jalan ini merupakan jalur pesisir yang membentang di antara Noordhoek dan Hout Bay, mengikuti sisi tebing dengan pemandangan Samudra Atlantik yang luar biasa indah.
Berkendara di Chapman’s Peak Drive rasanya seperti masuk ke dalam sebuah postcard. Di satu sisi terdapat tebing batu yang menjulang tinggi, sementara di sisi lainnya terbentang laut biru sejauh mata memandang. Sepanjang perjalanan juga terdapat beberapa tempat pemberhentian yang memungkinkan pengendara berhenti sejenak, menikmati pemandangan, atau sekadar mengambil foto.
Perpaduan gunung dan laut sungguh mempesona
Tidak heran jika Chapman’s Peak Drive menjadi salah satu scenic drive paling terkenal di Cape Town. Buatku, tempat ini adalah salah satu bukti bahwa di Cape Town, perjalanan menuju suatu tempat pun bisa menjadi pengalaman yang sama indahnya dengan destinasi itu sendiri.
Kelima, tentu saja Boulders Beach. Siapa yang bisa menolak melihat penguin berkeliaran di pinggir pantai? Boulders Beach menjadi rumah bagi koloni African Penguin, satu-satunya spesies penguin yang berkembang biak di benua Afrika. Jadi, mereka bukan penguin yang sengaja didatangkan dari tempat lain, melainkan memang berasal dari wilayah pesisir Afrika bagian selatan, termasuk Afrika Selatan dan Namibia.
Koloni di Boulders Beach mulai terbentuk pada awal 1980-an ketika beberapa penguin dari koloni di sekitar False Bay datang dan kemudian menetap di kawasan ini. Dari hanya dua pasangan yang tercatat pada awal pembentukannya, koloni ini kemudian berkembang menjadi salah satu destinasi paling terkenal di Cape Town. Dan sekarang jumlahnya ratusaaan!
Bukan cuma anak-anak saja yang suka, orang dewasa pun juga excited sekali melihat pinguin.
Eiiits, tapi pelancong harus siap dengan bau amisnya pinguin ya. Kalau kawan pembaca sudah terbiasa pergi ke pasar ikan, maka kurang lebih baunya seperti itu, hahaha.
Next, DoubleZ pergi ke mana lagiii yaa enaknya?? Apakah kami terlalu slow untuk menikmati keindahan Cape Town? Atau apakah kami harus buru-buru mendatangi semua tempat turis? (*)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0

Comments (0)