Sekolahnya Ulang Tahun, Kasmada85 Beri Kado Terbitkan Buku JYTM

Ada pepatah Jawa yang bunyinya kacang tanpa ninggal lanjaran. Kacang tumbuh tidak akan meninggalkan batang bambu yang menopangnya.  Pepatah tersebut sepertinya cocok untuk menggambarkan apa yang dilakukan oleh para alumni SMAN 2 Klaten Angkatan 1985 yang berhimpun dalam Kasmada85.

Aug 28, 2026 - 05:05
Updated: 2 hours ago
0
Sekolahnya Ulang Tahun, Kasmada85 Beri Kado Terbitkan Buku JYTM
Foto: Erwan Widyarto/Cowasjp

ADA pepatah Jawa yang bunyinya kacang tanpa ninggal lanjaran. Kacang tumbuh tidak akan meninggalkan batang bambu yang menopangnya.  Pepatah tersebut sepertinya cocok untuk menggambarkan apa yang dilakukan oleh para alumni SMAN 2 Klaten Angkatan 1985 yang berhimpun dalam Kasmada85.

Kendati sudah 41 tahun "meninggalkan" almamater SMA yang ada di Trunuh, Klaten dan menyebar ke berbagai tempat pengabdian, mereka pun "kembali" ke sekolah. Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 SMA Negeri 2 Klaten yang digelar Kamis (27/8/2026), Keluarga Alumni SMAN 2 Klaten Angkatan 85 (Kasmada85) memberi kado istimewa.

Kado tersebut berupa buku berjudul "Jejak Yang Terus Menyala (JYTM), Gagasan dan Inspirasi Alumni SMAN 2 Klaten Angkatan 1985. " Buku setebal 368 halaman yang ditulis oleh 25 alumni ini dilaunching oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bertempat di Lapangan Basket SMA tersebut. 

Hamenang membubuhkan tanda tangan warna emas di lembaran prasasti berupa piagam yang dipigura. Penanda peluncuran buku ini selanjutnya disimpan di perpustakaan sekolah. Usai menandatangani peluncuran buku, sejumlah tamu kehormatan yang hadir mendapatkan buku terbitan Faira Books, Yogya ini.

Selain Hamenang, buku diserahkan kepada anggota DPRD Jawa Tengah Hj Kadarwati. Kepada Kepala Dinas Pendidikan Titin Windiyarsih, Kepala Sekolah SMAN 2 Klaten Eny Sulistyawati, Ketua OSIS Kelvin Sulistiyanto, dan kepada Pembina Alumni Soegiri Kartowirjono. Sebanyak 10 eksemplar diserahkan ke perpustakaan sekolah.

Peluncuran buku ini dilakukan dalam rangkaian kegiatan kokurikuler sekolah ini. Di antaranya menampilkan siswa yang mengikuti kegiatan kokulikuler karawitan dan seni tari. Mereka menyuguhkan sendratari dengan lakon "Karang Rumeksa" cerita tentang terjadinya kawasan Bendogantungan.

Mengenai penerbitan buku, Bupati Hamenang memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi para alumni, yang juga merupakan kakak-kakak kelasnya. Hamenang mengaku, kehadirannya dalam acara tersebut tidak hanya untuk meluncurkan buku, tetapi juga untuk mengenang masa-masa saat menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Klaten.

"Buku Jejak Yang Terus Menyala ini menjadi kontribusi luar biasa dari para alumni angkatan 1985. Kisah perjuangan dalam buku ini bukan sekadar glorifikasi, melainkan pelecut semangat dan motivasi bagi para siswa yang masih bersekolah di SMA Negeri 2 Klaten agar terus belajar sungguh-sungguh demi meraih cita-cita," ujarnya.

Hamenang berharap SMA Negeri 2 Klaten terus mempertahankan prestasinya dan melahirkan sosok-sosok pemimpin hebat di masa depan. Baik di ranah pemerintahan maupun dunia usaha.

Sebelum me-launching buku, Bupati Hamenang juga memotong tumpeng dan melepas balon sebagai penanda perayaan HUT Ke-61 SMAN 2 Klaten. Hamenang yang selama acara dipanggil Mas Bupati, juga memberikan beragam hadiah door prize di antaranya beberapa sepeda.

Ketua Kasmada 1985 Mayjen TNI (Purn) Dr. Agus Winarna, S.I.P., M.Si., M.Tr.(Han), M.H. menyampaikan bahwa penyusunan buku tersebut merupakan bentuk pengabdian para alumni lulusan 1985 kepada almamater. Sebelum buku, Kasmada85 pernah menyumbang seperangkat gamelan. Pernah pula memberikan beasiswa dan bantuan pulsa untuk belajar daring saat pandemi.

Dikatakannya, buku tersebut merangkum gagasan, inspirasi hingga kisah perjuangan para alumni sebagai pemantik motivasi bagi para siswa yang saat ini sedang menuntut ilmu.

"Kita bercerita bukan sekadar mengisahkan sekolah dulu, tetapi bagaimana SMA ini ke depan. Buku ini memuat cerita motivasi, akademis dan pengembangan karier untuk generasi adik-adik saat ini,” jelas Dosen Universitas Pertahanan Jakarta ini.

Ia menambahkan, melalui buku tersebut pihaknya dapat menyebarkan pemikiran untuk mempersiapkan generasi muda. Terlebih lagi 19 tahun ke depan, mereka yang sekolah SMA saat ini akan mengisi Indonesia Emas pada tahun 2045. 

Agus menambahkan, buku tersebut juga menyoroti keberlanjutan program Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Bencana Alam (Swaliba) yang menjadi ciri khas SMA Negeri 2 Klaten.

Selain itu, potensi sejarah sekolah seperti latar belakang terciptanya lagu Mars Purnawira SMA Negeri 2 Klaten juga dikupas di dalamnya. Ditulis oleh Alumni SMA Negeri 2 Klaten Angkatan 1983, Priyo Djatmiko Djarot. Ia menceritakan sejarah penciptaan lagu tersebut oleh ayahnya, Kasiran Sosroatmodjo, yang merupakan guru Sastra dan Bahasa Indonesia di sekolah setempat sejak 1967.

"Lagu ini diciptakan tahun 1981 dan mulai dinyanyikan pada wisuda angkatan 1982. Ayah saya membutuhkan waktu sekitar satu bulan dan memanggil saya empat hingga lima kali di kamar kerjanya untuk menjelaskan arti kata per kata dari syairnya. Lagu ini dibuat sendiri tanpa arranger untuk menggugah semangat seluruh siswa dan alumni," kenang pria yang biasa disapa Djarot ini.

Kendati bukan angkatan 1985, Djarot secara khusus diminta untuk menuliskan kisah penciptaan Mars tersebut. Selain Djarot yang angkatan 1983, ada Kadarwati, angkatan 1984 yang ikut menulis. Kadarwati adalah ibunda Hamenang. Ia menuliskan kisah pengabdiannya di bidang politik secara menarik. Dimulai dari cerita saat SMA. 

Demi bisa menyumbang pembangunan masjid SMAN 2 Klaten, Kadarwati rela mengumpulkan uang sakunya selama sebulan yang biasanya dipakai untuk ongkos transportasi ke sekolah. Ia memilih naik sepeda agar hemat dan uang yang dikumpulkan bisa disumbangkan.

Buku juga tambah berbobot karena dua orang guru besar dari dua universitas besar di Jawa Timur ikut menulis. Yang satu Prof Dr Sri Pudji Astuti W, guru besar Fakultas Biologi Universitas Airlangga (Surabaya) dan satunya Prof Nawiyanto Ph.D, guru besar Fakultas Sejarah Universitas Jember. (wan)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User