Bagian 2: Kekuatan Baru Mengambil Alih, dan di Mana Posisi Indonesia? 

KETIKA satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Tiongkok dan Rusia kini menawarkan alternatif yang selama ini dicari negara-negara berkembang. Namun di tengah tarik-menarik itu, Indonesia memiliki jalannya sendiri, jalur yang sudah dipercaya sejak kemerdekaan.

Aug 17, 2026 - 15:33
0
Bagian 2: Kekuatan Baru Mengambil Alih, dan di Mana Posisi Indonesia? 
ILUSTRASI: Istimewa.

KETIKA satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Tiongkok dan Rusia kini menawarkan alternatif yang selama ini dicari negara-negara berkembang. Namun di tengah tarik-menarik itu, Indonesia memiliki jalannya sendiri, jalur yang sudah dipercaya sejak kemerdekaan.

Tiongkok bergerak cepat mengisi ruang kosong yang ditinggalkan. Beijing menawarkan pembiayaan, teknologi infrastruktur, dan jalur perdagangan alternatif tanpa syarat politik yang berat. Satu tawaran yang sangat menarik bagi negara-negara yang mulai lelah dengan polarisasi dunia yang tajam. Tiongkok secara aktif memperkuat rute perdagangan dan pasokan energi alternatif yang lebih aman dari gangguan militer kekuatan Barat.

Pengembangan Koridor Ekonomi Jalur Sutra Baru dan jalur pipa energi darat semakin dipercepat. Sehingga peta perdagangan global sedang digambar ulang, tidak lagi bergantung semata-mata pada jalur laut yang dikendalikan satu kekuatan dunia. 

BACA JUGA: Bagian 1: Saat Dunia Bergeser, Bagaimana Perang Timur Tengah Mengubah Ekonomi, Investasi dan Masa Depan Kita 

Posisi netral Tiongkok yang menjaga hubungan baik dengan kedua belah pihak yang berperang menjadikannya penengah yang dicari dunia.
 
Sementara itu, Rusia memanfaatkan tingginya harga energi akibat konflik untuk memperkuat posisinya di panggung dunia. Aliansi strategis antara Rusia dan negara-negara produsen minyak dalam kerangka OPEC semakin menguat, mengubah cara dunia menentukan harga dan pasokan energi. 

Keputusan untuk membatasi atau menaikkan produksi kini semakin didikte oleh kepentingan negara-negara produsen sendiri. Bukan oleh konsumen atau kekuatan luar. Hasilnya: dunia kini bergerak cepat menuju tatanan multipolar. Di mana tidak ada satu negara yang mampu mendikte aturan main dunia sendirian.

PENGARUHNYA BAGI INDONESIA

Bagi Indonesia, ini adalah peluang sekaligus ujian. Prinsip Bebas Aktif justru kini paling relevan. Kita tidak perlu terjebak memilih salah satu blok.

Ada empat sikap kunci yang harus dipegang teguh: 

Pertama, tetap berdiri tegap di atas kaki sendiri dengan memperkuat kemandirian energi, pangan, dan teknologi. 

Kedua, menjadi jembatan perdamaian yang kredibel karena Indonesia memiliki hubungan baik dengan semua pihak. 

Ketiga, memanfaatkan diversifikasi mitra dagang tanpa mengorbankan kedaulatan. 

Keempat, memperkuat ketahanan nasional sebagai fondasi utama, karena tidak ada sekutu yang abadi, hanya kepentingan yang abadi.

Dunia sedang berubah dengan cepat. Aturan lama telah usang, aturan baru belum jadi. Di tengah ketidakpastian itu, satu hal yang pasti: Indonesia tidak perlu mengekor pada siapa pun. Kita punya jalan sendiri — jalan yang bebas, merdeka, dan bermartabat.

Jika kita berpegang teguh pada prinsip itu, perubahan dunia ini justru bisa menjadi pintu menuju Indonesia yang lebih kuat dan dihormati dunia. Wallahu A'lam Bisshawab. (Selesai)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User