Jejak Merah Putih dan Harapan Baru, dari Kirab Monas hingga Pujian Presiden di Istana

SENIN pagi 17 Agustus 2026, Jakarta menyelimuti diri dalam semangat Merah Putih yang menyentuh hati. Hari ini bukan sekadar tanggal di kalender, tapi lebih dari itu merupakan perjalanan panjang kenangan dan harapan. 

Aug 17, 2026 - 15:37
0
Jejak Merah Putih dan Harapan Baru, dari Kirab Monas hingga Pujian Presiden di Istana
Presiden Prabowo saat menerima duplikat Sang Saka Merah Putih dari Celina Olivia Apriani Theo dari Kalbar. (FOTO: BPMI Setpres)

SENIN pagi 17 Agustus 2026, Jakarta menyelimuti diri dalam semangat Merah Putih yang menyentuh hati. Hari ini bukan sekadar tanggal di kalender, tapi lebih dari itu merupakan perjalanan panjang kenangan dan harapan. 

Dimulai dari Monumen Nasional (Monas), prosesi Kirab Bendera Pusaka bergerak perlahan menuju Istana Merdeka, membawa dua benda pusaka: Duplikat Bendera Merah Putih dan Naskah Proklamasi.

Di dalam Kereta Kencana Garuda Prabayaksa, amanah besar dipikul oleh dua putri terbaik bangsa: Sultana Najwa membawa bendera mewakili Jakarta, sementara Aliah Sakira memeluk erat naskah kemerdekaan untuk Sulawesi Selatan. 

Di sepanjang jalan, irama gendang dan derap kuda menyapa warga. Ada 81 pasukan berkuda yang melambangkan usia bangsa, serta ratusan pasukan berpakaian adat yang menjadi bukti: meski berbeda rupa, kita satu jiwa.

Suasana upacara menjelang pengibaran Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, 17 Agustus 2O26. (FOTO: YouTube Setneg)

Saat prosesi tiba di Istana Merdeka, sorotan beralih ke jantung upacara. Tim Paskibraka dengan nama “Indonesia Berdaulat” tampil gagah. Di tangan Celina Olivia Apriani Theo dari Kalimantan Barat, Sang Saka Merah Putih siap berkibar tinggi. Di sampingnya berdiri para pemuda dari Jambi, Kalimantan Selatan, hingga Nusa Tenggara Timur. Wajah-wajah baru yang menjadi tanda nyata: kemerdekaan ini diwariskan dengan penuh percaya.

Dan di puncak acara, hadir rasa bangga yang terucap langsung dari pemimpin negara. Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara dengan khidmat. Usai laporan Komandan Upacara Kolonel Priyo Handoyo, beliau menyampaikan apresiasi yang hangat namun dalam.

“Terima kasih atas pelaksanaan yang tertib dan khidmat. Saya bangga dengan kalian,” ujar Presiden Prabowo di hadapan barisan pasukan dan para tokoh bangsa yang hadir, termasuk Wapres Gibran dan para mantan pemimpin.

Momen pagi itu terasa lengkap: dari perjalanan suci dari Monas, ketegasan para pengibar bendera muda, hingga tepuk tangan pemimpin yang percaya pada kesiapan bangsa. Di usia ke-81, Indonesia bukan hanya berdiri tegak, tapi juga merasakan kehangatan persaudaraan di bawah satu langit Merah Putih. Selamat HUT ke 81 Tahun Bangsaku. Semoga Indonesia Makin Jaya dan Sejahtera. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User