Luar Biasa, PT PAL Surabaya Bangun Dua Unit Kapal Selam Canggih Scorpène Evolved

Sep 26, 2026 - 20:55
0
Luar Biasa, PT PAL Surabaya Bangun Dua Unit Kapal Selam Canggih Scorpène Evolved
FOTO: Istimewa.

DI TENGAH deru mesin dan keteraturan irama kerja di galangan kapal PT PAL Indonesia, Surabaya, sebuah kisah kemitraan dan impian besar sedang dirajut. Hebat banget! 

Bukan sekadar logam yang disatukan, melainkan masa depan kedaulatan laut Indonesia yang dibangun perlahan namun pasti.
 
Pada Kamis (24/9), Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis, Catherine Vautrin, hadir langsung ke PT PAL Surabaya. Ia meninjau progres pembangunan dua unit kapal selam canggih Scorpène Evolved — pesanan TNI Angkatan Laut yang dikerjakan bersama mitra strategis, Naval Group. 

Naval Group merupakan perusahaan industri pertahanan terkemuka asal Prancis yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Prancis (Negara Prancis). 
 
Kehadirannya bukan sekadar kunjungan resmi. Ia adalah bukti bahwa hubungan kedua negara telah tumbuh jauh melampaui sekadar transaksi jual-beli peralatan militer.
 
Ditemani Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan, dan disambut langsung oleh jajaran pimpinan PT PAL, Vautrin menyaksikan sendiri bagaimana tangan-tangan terampil insinyur dan teknisi Indonesia bekerja membangun kekuatan pertahanan negeri.
 
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT PAL dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim yang terlibat,” ujarnya tulus. “Keberhasilan program besar ini sangat bergantung pada keahlian, ketelitian, serta komitmen teguh dari para insinyur, teknisi, dan pimpinan industri maupun militer.”
 
Kalimat sederhana itu memuat makna mendalam. Di balik proyek bernilai strategis ini, ada manusia-manusia yang menjadikannya nyata.
 
Memindahkan Pengetahuan dan Keterampilan kepada Para Tenaga Ahli Indonesia
 
Kapal selam Scorpène Evolved ini bukan jenis biasa. Bermesin tenaga baterai ion-litium, ia mewakili teknologi bawah laut terkini yang hanya dikuasai sedikit negara di dunia.
 
Namun yang paling berharga bukanlah wujud fisiknya, melainkan apa yang menyertainya: ilmu.
 
Kerja sama ini dirancang bukan sekadar menyerahkan barang jadi. Naval Group secara sistematis memindahkan pengetahuan dan keterampilan kepada para tenaga ahli Indonesia. PT PAL terlibat penuh sejak tahap pembuatan struktur, perakitan sistem, hingga uji coba akhir.
 
Kaharuddin Djenod, CEO PT PAL Indonesia, menegaskan hal ini. “Kerja sama ini kami pandang sebagai proses membangun kemampuan. Melalui transfer kapasitas dan pengembangan kompetensi insinyur, kami membangun fondasi agar kapabilitas strategis teknologi bawah laut dapat dikelola dan dikembangkan secara mandiri di dalam negeri,” ucapnya.

Di sinilah letak makna sesungguhnya. Setiap gambar yang dipelajari, setiap prosedur yang dikuasai, dan setiap kesalahan yang diperbaiki adalah langkah Indonesia semakin berdiri di atas kakinya sendiri.

Kedaulatan yang Makin Kokoh

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menegaskan bahwa nilai proyek ini jauh melampaui logam dan mesin.

“Bagi Indonesia, program ini bukan sekadar memiliki platform kapal selam modern, tetapi tentang membangun kemampuan nasional. Yang sedang kita bangun di Surabaya bukan hanya sebuah kapal selam, melainkan pengetahuan, kapasitas industri, kualitas SDM, serta rasa saling percaya antara Indonesia dan Prancis,” ungkapnya.

Ketika sebuah negara mampu merancang, membangun, dan merawat alutsista sendiri, ia tidak hanya memperkuat pertahanan. Ia memperkuat kewibawaan di mata dunia. Kemandirian industri pertahanan mengubah posisi Indonesia dari sekadar pembeli menjadi mitra yang setara.
 
Itulah diplomasi yang nyata. Bukan lewat pidato di atas panggung, melainkan lewat tangan yang bergandengan di lantai produksi, lewat ilmu yang ditransfer tanpa dirahasiakan, dan lewat kepercayaan yang tumbuh di antara dua bangsa yang berbeda benua namun saling menghormati.

Dua kapal selam ini kelak akan menyelam ke kedalaman laut, menjaga perairan Nusantara yang luas. Namun ada hal lain yang lebih dalam dari mereka: harapan bahwa generasi penerus insinyur Indonesia akan mampu menciptakan karya mereka sendiri.

Galangan PT PAL di Surabaya kini bukan sekadar tempat membangun kapal. Ia adalah tempat di mana masa depan kedaulatan bangsa sedang ditempa.

Dan di sanalah, di antara bunyi las dan aroma baja, Indonesia sedang belajar terbang lebih tinggi — dengan kedua kakinya kokoh di tanah sendiri. Wallahu A'lam Bisshawab. (*)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User