Dentuman Pagi di Pakuwon City, Kebocoran Gas Mengguncang Satu Kawasan

Dari arah rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi terdengar dentuman yang menggetarkan tanah dan bangunan di sekelilingnya.

Oct 06, 2026 - 18:28
Updated: 11 hours ago
0
Dentuman Pagi di Pakuwon City, Kebocoran Gas Mengguncang Satu Kawasan

PAGI YANG TENANG di kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, berubah seketika menjadi kekacauan pada Selasa pagi, 6 Oktober 2026, sekitar pukul 07.11 WIB. Dari arah rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi terdengar dentuman yang menggetarkan tanah dan bangunan di sekelilingnya.

Saksi mata yang berada di lokasi menceritakan, sesaat sebelum ledakan tercium bau khas gas yang menyengat. Tak lama kemudian terdengar suara letupan. Kaca jendela berderet bangunan di sekitarnya pecah berhamburan. Tembok bagian depan ruko retak dan terdorong ke luar. Asap mengepul tinggi, menarik perhatian warga dan pengendara yang baru memulai aktivitas.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan segera turun ke lokasi memimpin penanganan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kerusakan menyebar luas: 41 bangunan terdampak, terdiri dari ruko dan rumah warga di belakang kawasan. Lima unit rusak cukup parah, termasuk dinding yang berlubang dan retak. Selebihnya kerusakan berupa kaca pecah — dampak langsung dari gelombang kejut ledakan yang kuat.

"Getarannya terasa sampai ke rumah warga di belakang. Kaca pecah di mana-mana. Untungnya mayoritas warga belum banyak beraktivitas di luar, sehingga korban tidak lebih banyak," ujar salah satu warga.
 
Sebelas sepeda motor, empat mobil, dan satu truk yang terparkir tak luput dari kerusakan — kaca pecah, dan puing menimpa. Lima orang yang semuanya berstatus pekerja rumah makan menjadi korban luka. Mereka kini dirawat di dua rumah sakit kota Surabaya.
 
Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim melakukan pemeriksaan menyeluruh di TKP. Hasilnya menenangkan sekaligus memberi pemahaman baru tentang apa yang terjadi. Tidak ditemukan jejak bahan peledak atau bom. Ledakan itu murni fenomena fisika yang dikenal sebagai BLEVE: cairan gas yang menguap cepat, menumpuk tekanan di ruang tertutup, lalu meledak hebat saat dinding penahan tidak lagi kuat menahan tekanan.

Kompol Dian Vicky Sandhi menjelaskan, di dapur rumah makan terpasang tiga tabung LPG berukuran besar — 50 kilogram masing-masing. Saat ditemukan, ketiganya sudah kosong. Dugaan sementara, kebocoran terjadi pada saluran pipa induk yang menyalurkan gas ke kompor. Gas yang terlepas menumpuk di ruangan yang kurang sirkulasi udaranya, lalu terpicu api atau percikan, menghasilkan ledakan yang menggetarkan satu kawasan.
 
Peristiwa ini menyisakan beberapa pelajaran berharga:
 
Pertama, penggunaan tabung gas industri berkapasitas besar memerlukan pengawasan ketat. Pemasangan pipa, sambungan, serta sistem deteksi kebocoran wajib dipasang dan diperiksa berkala. Satu kebocoran kecil yang tidak disadari dapat berubah menjadi bencana yang merugikan banyak pihak.

Kedua, ventilasi ruangan adalah hal yang sepele namun menentukan keselamatan. Akumulasi gas di ruang tertutup adalah bahan baku ledakan paling mematikan. Sirkulasi udara yang baik dapat mencegah bencana sekecil apa pun kebocorannya.
 
Ketiga, reaksi cepat pihak berwenang menenangkan publik. Penegasan bahwa ini bukan aksi keamanan penting agar warga tidak panik menyebarkan ketakutan yang tidak beralasan.
 
Keempat, keselamatan kerja adalah tanggung jawab bersama. Pemilik usaha, pengelola gedung, hingga instansi terkait perlu menyusun standar pengawasan yang lebih ketat, terutama untuk tempat usaha yang melayani masyarakat luas.

Jadi hari itu di Pakuwon City tidak berakhir dengan duka yang mendalam. Namun gemuruh ledakan itu meninggalkan peringatan yang nyata: bencana tidak selalu datang dari jauh. Ia bisa bersembunyi di selang yang bocor, di ruangan yang kurang udara, di kelalaian yang dianggap sepele.
 
Semoga kejadian ini menjadi pengingat — keselamatan tidak bisa ditawar. Pemeriksaan rutin, kepatuhan pada aturan, dan kewaspadaan setiap orang adalah benteng paling kokoh yang kita miliki. Semoga korban segera sembuh. (*) 

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User