Lakpesdan-RMI PBNU Luncurkan Pedoman Resmi Pencegahan Kekerasan di Pesantren

LANGKAH strategis mendasar dilakukan oleh keluarga besar Nahdlatul Ulama guna memperkuat sistem perlindungan di lingkungan pendidikan tradisional (pesantren). 

Aug 26, 2026 - 07:05
0
Lakpesdan-RMI PBNU Luncurkan Pedoman Resmi Pencegahan Kekerasan di Pesantren
Peluncuran dua buku pedoman pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pesantren. (FOTO: Dokumentasi Lakpesdam-RMI PBNU)

LANGKAH strategis mendasar dilakukan oleh keluarga besar Nahdlatul Ulama guna memperkuat sistem perlindungan di lingkungan pendidikan tradisional (pesantren). 

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU bekerja sama dengan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU secara resmi meluncurkan dua buku panduan utama mengenai pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di pesantren. 

Acara peluncuran berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Senin (24/8/2026).

Dua dokumen penting yang dihasilkan adalah Prosedur Standar Operasional Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pesantren serta Modul Pelatihan Perlindungan Anak dari Kekerasan di Pesantren.
 
Pastikan Visi Ciptakan Pesantren yang Aman

Sekretaris Lakpesdam PBNU, Ufi Ulfiyah, menjelaskan bahwa terbitnya pedoman ini adalah wujud kerja nyata mewujudkan visi transformasi pesantren yang bebas dari segala bentuk-bentuk kekerasan. 

Namun, ia menekankan realitas bahwa dokumen tertulis saja tidaklah cukup.

“Dua produk dari kerja sama Lakpesdam dan RMI ini kami dedikasikan untuk memastikan visi menciptakan pesantren yang aman. Namun, buku ini tidak cukup menjadi alat atau infrastruktur untuk mengubah sesuatu. Pesantren juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas dalam melakukan perlindungan anak dan menangani kekerasan,” tegas Ufi.

Transformasi nyata, lanjutnya, menuntut tindakan berkelanjutan. Terutama melalui pelatihan intensif bagi para pengasuh, pengelola, dan pendidik agar siap mengimplementasikan standar tersebut.

Selaras dengan Program Negara

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, yang hadir langsung memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai inisiatif ini sangat sejalan dengan program pemerintah, yaitu Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (GERNAS RANA).

“Inisiatif ini luar biasa. Terbitnya modul SOP dan Modul Pelatihan ini akan menginspirasi lembaga pendidikan lain. Pesantren sebagai satuan pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak Indonesia,” ujar Menko PMK.

Peluncuran buku ini menjadi jembatan antara nilai-nilai tradisi pesantren dengan standar perlindungan modern yang komprehensif. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User