Maulid Nabi: Rahmat bagi Alam dan Teladan Hidup Manusia

SELASA 25 Agustus 2026 / 12 Rabiul Awal 1448 H. Hari ini dunia kembali mengenang momen suci memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Aug 26, 2026 - 07:13
0
Maulid Nabi: Rahmat bagi Alam dan Teladan Hidup Manusia
Sketsa Maulid Nabi Muhammad SAW. (PBNU)

SELASA 25 Agustus 2026 / 12 Rabiul Awal 1448 H. Hari ini dunia kembali mengenang momen suci memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Beliau adalah Penutup Para Nabi dan Rasul.
Beliau adalah Cahaya Penuntun, Rahmat Allah bagi seluruh jagat.
 
Nabi Muhammad adalah manusia biasa dalam wujud.
Namun jiwa dan derajatnya luar biasa mulia.
Ibarat emas murni di antara batu biasa.
Di zaman yang gelap, Allah mengangkat derajatnya.
Diberikan empat sifat kenabian yang sempurna.
 
Pertama: Shiddiq, selalu jujur dan benar.
Ucapan beliau tak pernah dusta.
Dijuluki Al-Amin sejak masa muda.
Allah berfirman dalam QS. Az-Zumar: 33.
 
Kedua: Amanah, dapat dipercaya sepenuhnya.
Wahyu dan kepercayaan dijaga utuh.
Tidak ada pengkhianatan sedikit pun.
Allah menegaskan dalam QS. An-Nisa: 58 dan At-Takwir: 21.
 
Ketiga: Tabligh, menyampaikan wahyu sempurna.
Tak ada yang dikurangi atau ditambah.
Beliau berjuang keras demi amanah ini.
Peringatan tegas ada dalam QS. Al-Maidah: 67.
 
Keempat: Fathanah, cerdas dan berwawasan luas.
Paham wahyu dengan tajam dan bijaksana.
Memimpin umat menuju jalan selamat.
Allah memuji kemuliaan beliau dalam QS. Al-Jumu'ah: 2 dan QS. Al-Qalam: 4.
 
Karena sifat itu, beliau adalah Uswatun Hasanah.
Teladan terbaik bagi setiap insan. Ajaran dan hidupnya nyata dan teruji.
Bukan teori kosong belaka.
Sebagaimana janji Allah di QS. Al-Ahzab: 21.
 
Kedatangan beliau adalah Rahmatan Lil 'Alamin. Terang yang memecah kegelapan zaman. Allah berfirman: "Kami utus engkau untuk rahmat semesta." (QS. Al-Anbiya: 107).
Maka Maulid adalah perayaan kasih sayang Allah.
 
Namun, ingatlah hal yang penting.
Jangan hanya melihat bentuk luarnya.
Telitilah isi dan maknanya.
Bentuk hanyalah wadah atau sarana.
Isinya yang paling utama dinilai.
 
Contohnya sekolah adalah wadah.
Isinya adalah ilmu pengetahuan.
Kita tidak menolak sekolah hanya karena Nabi tak bersekolah.
Kita lihat tujuan dan isinya yang baik.
 
Begitu pula dengan acara Maulid.
Maulid adalah wadah berkumpul umat.
Isinya bisa berisi hal mulia:
Baca Al-Qur’an, shalawat, sirah, sedekah, nasihat.
Semua amal yang disyariatkan agama.
 
Jangan hanya bertanya: "Apakah Nabi buat begini?"
Tapi tanya: "Apa isi kegiatan ini?"
Apakah sesuai syariat atau membawa kebaikan?
 
Jangan menolak hal baru semata-mata.
Nabi tak gunakan pengeras suara atau cetakan Al-Qur'an modern.
Namun kita tetap menggunakannya demi kebaikan.
Ada beda antara ibadah yang ketat aturannya, dan sarana pelaksanaannya yang luwes.
 
Kita sepakat mengagungkan Nabi adalah kebaikan.
Maka kita beri nama acara Maulid.
Kita isi dengan ibadah yang benar.
Umat ulama membolehkan selama tak berlebihan.
 
Penting diingat: Maulid bukan perintah khusus Nabi.
Kita tak boleh mengklaim demikian.
Tapi berkumpul berbuat kebaikan itu disyukuri.
Wadah boleh bernama Maulid, asalkan isinya lurus.
 
Jangan sibuk menilai bungkusnya saja.
Rasakan dan amalkan isinya.
Tujuannya sederhana:
Semoga kita makin kenal, makin cinta, dan makin teguh.
Mengikuti jejak Sang Pembawa Rahmat.
 
Semoga peringatan ini membawa berkah.
Semoga menambah iman dan cinta kepada Rasul.
Rahmat dan salam semoga selalu tercurah.
Untuk Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wasallim ajma’in. (*) 

Penulis adalah Ketua Takmir Masjid Al Musthofa Bakung, Udanawu, Blitar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User