Di Balik Kemegahan Tari Kolosal Jawa Timur di Istana Negara

DI HADAPAN para petinggi negara dan ribuan hadirin yang tumplek bleg di halaman Istana Negara,  Keindahan Harmoni Jawa Timur terpampang nyata. Senin 17 Agustus 2026.

Aug 22, 2026 - 05:00
0
Di Balik Kemegahan Tari Kolosal Jawa Timur di Istana Negara
Tari Kolosal Harmoni Jawa Timur di halaman Istana Negara, 17 Agustus 2026. (FOTO: Istimewa)

DI HADAPAN para petinggi negara dan ribuan hadirin yang tumplek bleg di halaman Istana Negara,  Keindahan Harmoni Jawa Timur terpampang nyata. Senin 17 Agustus 2026.

Namun, di balik gerakan luwes dan irama yang memukau, tersimpan kisah-kisah menyentuh hati. Kebanggaan para pencipta, keberanian seorang bocah berusia 9 tahun, dan persaudaraan yang tumbuh dari keringat bersama.

Bagi tim koreografer Sanggar Seni Lestari Widodo Wiryotama: Aditya Prisma, Hapsari Mustikaningrum, Ervina Yessyeka, hingga Dhea Febty — panggung ini bukan sekadar tempat berkarya.

Ada rasa syukur yang mendalam saat melihat buah pikiran dan kerja keras mereka mewujud sempurna. Karya Tari Kolosal Harmoni Jawa Timur yang tergarap rapi, akhirnya mampu berbicara tentang keindahan tanah air di hadapan para pemimpin bangsa.
 
Momen Emosi: Bocah 9 Tahun dan Air Mata

Salah satu titik paling mengharukan hadir dari Tulungagung. Damar Wishnu Dewangga, penari cilik berusia 9 tahun yang menjadi pusat perhatian, tampil luar biasa percaya diri. Ia melangkah, bergerak, hingga berani melakukan aksi salto memukau di hadapan para pejabat negara. 

Penari yang masih bocah usia 9 tahun dan ibunya yang terharu. (FOTO: Istimewa)

Di balik panggung, ibunya tak kuasa menahan haru. Air mata itu bukan sekadar bahagia, tapi juga bukti bahwa mimpi besar pun bisa tumbuh dari raga kecil yang berbakti.
 
Ikatan Persaudaraan yang Ditempa Latihan

Keajaiban ini juga lahir dari persatuan. Dua ratus lebih seniman muda yang digabungkan dari berbagai sudut Jatim —Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Blitar, hingga Malang — mengaku perjalanan mereka tidaklah mudah. 

Latihan intensif yang melelahkan justru menjadi perekat hati. Mereka menyebutnya "seru dan berharga", bukan karena ringannya, tapi karena melahirkan persaudaraan yang kokoh. Lintas daerah, mereka bersatu menjadi satu jiwa seni yang utuh.
 
Bangganya Hati Masyarakat Jawa Timur

Gema kebanggaan tak hanya berhenti di panggung. Melalui media sosial, masyarakat meluapkan rasa kagum. Banyak yang mengaku "merinding" melihat kekayaan budaya sendiri —mulai dari gagahnya Tari Remo Branjang Kawat, Jaranan Sentherewe, Tari Glipang, Jaripah, hingga keanggunan Topeng Malang. Disajikan dengan kemasan estetik dan berkelas, namun tetap teguh memegang pakem asli.
 
Kisah ini membuktikan: seni adalah bahasa hati yang menyatukan generasi, mengangkat daerah, dan membiarkan tradisi bersinar di ketinggian. Seni adalah Bahasa Hati Yang Menyatukan Generasi. (*)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User