Memperkuat Sinergi Lewat Si Kulit Bundar
Pertandingan sepakbola mini ini mengutamakan kehangatan, keakraban dan persahabatan menjadi ‘selimut,’ meski berada di kawasan yang cukup dingin.
INI bukan mencari kemenangan, bukan mencari jagoan, juga bukan mencari siapa yang paling hebat!
Pertandingan sepakbola mini ini mengutamakan kehangatan, keakraban dan persahabatan menjadi ‘selimut,’ meski berada di kawasan yang cukup dingin.
Pemandangan inilah yang terlihat saat saya menonton keseruan Final Piala Kemerdekaan dalam turnamen mini soccer yang digelar Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) Indonesia di Lapangan BJS, Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat (21/8/2026).
Turnamen ini melibatkan sembilan tim, yakni:
1.Judes FC
2.PWI Surabaya
3.PWI Mojokerto
4.Media Center Mojokerto
5.PWI Sidoarjo
6.Federal International Finance (FIF)
7.Bank Syariah Indonesia (BSI) Surabaya
8.Bank Jatim
9.Sekretariat Dewan Surabaya FC (Sekwan).
Sejak peluit ditiup, permainan yang semula landai, lambat laun menjadi seru, si kulit bundar ‘menari’ di hamparan lapangan hijau, semakin lama, semakin cepat laju bola yang dioper oleh para pemain.
Sesekali, kaki para pemain saling beradu, aksi dorong tak terelakkan, teriakan para pemain menggema saat teman mereka tidak sengaja bertabrakan. Meski demikian, hal itu langsung sirna usai mereka berjabat tangan.
Tidaklah mudah menyatukan sembilan tim yang terdiri dari sejumlah organisasi dan lembaga. Kerja keras panitia menuai hasil. Karena berhasil memperkuat sinergi antar organisasi dan lembaga lewat si kulit bundar bukanlah hal yang mudah. (Iskandar, Ketua SMSI Kota Surabaya)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0

Comments (0)