Kita Boleh Pakai AI, tapi Jangan Biarkan AI Menggantikan Otak dan Hati Kita

PAGI itu aula dan ruang kelas SMAN 1 Garum, Blitar, tidak hanya dipenuhi tumpukan buku dan pelajaran biasa. Ada suasana baru yang menyegarkan: dua ratus pasang mata remaja yang antusias menatap layar komputer sambil mendengarkan penjelasan. 

Aug 21, 2026 - 07:46
0
Kita Boleh Pakai AI, tapi Jangan Biarkan AI Menggantikan Otak dan Hati Kita
Kasat Binmas Polres Blitar AKP Indrayana dan tim menyapa para siswa dengan bahasa yang membumi. (FOTO: Binmas for CoWas JP)

PAGI itu aula dan ruang kelas SMAN 1 Garum, Blitar, tidak hanya dipenuhi tumpukan buku dan pelajaran biasa. Ada suasana baru yang menyegarkan: dua ratus pasang mata remaja yang antusias menatap layar komputer sambil mendengarkan penjelasan. 

Bukan tentang pelajaran yang membosankan, tapi tentang hal yang kini menjadi bagian hidup mereka sehari-hari. Yaitu Dunia Kecerdasan Buatan.
 
AKP Indrayana dan tim Polres Blitar menyapa dunia remaja dengan bahasa yang membumi. Di tengah gemerlapnya kemudahan yang ditawarkan AI —mulai dari tugas sekolah cepat hingga gambar yang dibuat seketika— ada bahaya yang mengintai, yaitu wajah yang bisa dipalsukan (deepfake) dan berita yang tak jelas kebenarannya.
 
Suasana antusias terasa nyata. Para siswa tidak hanya mendengarkan, tapi merasakan pentingnya peran mereka. Mereka diajak menyadari bahwa menjadi cerdas secara teknologi bukan hanya tahu cara memakai, tapi tahu mana yang benar dan mana yang menyesatkan.
 
“Kita boleh pakai AI, tapi jangan biarkan AI menggantikan otak dan hati kita,” pesan yang disampaikan Kasat Binmas itu seolah menjadi pencerahan. Remaja Blitar diajarkan: Kreativitas boleh dibantu, tapi orisinalitas harus tetap milik sendiri. Jangan sampai pintar memakai alat, tapi malah menjadi peniru tanpa jiwa.
 
Kepala sekolah pun tersenyum lega. Bagi mereka, ini adalah bentuk perlindungan yang luar biasa. Polisi hadir bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk membekali masa depan para siswa. 
 
Di akhir kegiatan, ada harapan baru tumbuh di dada para siswa: Bahwa teknologi hebat seperti AI akan menjadi kawan setia, bukan musuh yang menyesatkan. Mereka pulang dengan wawasan baru: melek digital, beretika, dan berhati-hati melangkah di dunia maya yang luas namun penuh jebakan.(Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User