Hadiah Ulang Tahun ke-73

Sep 14, 2026 - 07:05
Updated: 4 hours ago
0
Hadiah Ulang Tahun ke-73
Antre menunggu CT Scan. (FOTO: Dok. Nasaruddin Ismail)

SUDAH lebih setahun saya mengalami tumor ganas.

Pada usus besar bawah. Atau rektum.

Letaknya sangat strategis. Dekat dengan anus. Karena dekatnya, dokter bisa meraba. Cukup memasukan jari tengahnya.

"Pak Nas tidak tahu ya, kalau ada benjolan," kata dr Tomy Lesmana SpB. Spesialis bidang digestif, atau saluran pencernaan, ketika pertama kali mendeteksi tumorku.

BACA  JUGA: Satu Jam dalam Tabung MRI, Tidak Boleh Bergerak

Pertama terdeteksi, CEA atau tumor 24,0. Padahal normalnya 3,8. Berarti cukup besar.

Kanker lebih ganas lagi. Bila normalnya 39, hasil CA 19-9, mencapai 1.162. Mengerikan. Pantas kalau disebut stadium tiga.

Sehingga dokter putuskan untuk segera kemo.

BACA  JUGA: Menanti Nasib Sepulang Kemo ke-4, Semoga Aman

Tak perlu tunda. Sepekan kemudian langsung mulai kemo. "Saya bisa melaksanakan tindakan, setelah melihat hasil kemo," kata dokter Tomy.

Alhamdulillah. Setelah 6 kali kemo, dengan reaksi obat yang sangat mengerikan. Taruhannya hidup dan mati. Berat badan dari 73 kg, sisa 55 kg.

Dari tumor yang tadinya 24,0. Turun jadi 1,4. Nilai rujukan 3,8. Kata dokter, sangat bagus.

Sedangkan kanker atau CEA 19-9, yang tadinya 1.162 jadi 55,99 dengan rujukan 39. Turun lebih  seribu seratus.

Dokter akhirnya memutuskan. Tidak perlu dioperasi. Karena tumornya sudah mengecil.

Bila operasi, untuk buang air besar, dipasang selang. Dikeluarkan melalui dinding perut. Bahasa medisnya "kolostomi." 

Alasan dokter, operasi itu, beresiko. Perlu dipertimbangkan rugi dan untung. Dari sisi medis. "Banyak pasien saya yang dioperasi. Belakangan diketahui bagaikan mayat hidup," cerita dr Tommy. Alasan itulah, dokter tidak mengambil tumorku. "Anda kan bisa olahraga. Bisa ke mana-mana," katanya.

Tumor itulah, yang beberapa hari lalu di CT Scan. Untuk mengetahui kondisinya.

Alhamdulillah hasilnya mengembirakan. Meski belum sembuh betul. Dan harus bisa hidup berdampingan dengan kanker.

Bila selama ini, tiap dua bulanan kontrol. Tapi hasil CT Scan itu, saya akan kontrol lagi, pada Januari 2027. Lumayan.

Ini sekaligus sebagai hadiah ulang tahun saya. Yang Ahad hari ini, 13 September 2026, genap berusia 73 tahun. 
Usia di atas rata-rata untuk orang Indonesia.

Saya dilahirkan di sebuah desa ujung selatan kota Bima. Desa Kodo, Kecamatan Rasanae. Tempat ayah saya mengajar.

Ibu, katanya, ingin melahirkan di kampung halaman. Sepekan menunggu truk lewat, belum ada juga. Kala itu, satu-satunya angkutan hanyalah truk. Angkut orang bersama hasil bumi. Seperti bawang, kedelai, ikan dan lain-lain.

Akhirnya lahir tanpa dokter. Pun tanpa dukun bayi. Untung, katanya, ibuku melahirkan dengan normal. Hanya disaksikan oleh ayah seorang diri. (M. Nasaruddin)

What's Your Reaction?

Like Like 2
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 1
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User