Indonesia-Rusia Kaji Pendirian Pabrik Pupuk di Vladivostok, dan Penyediaan Kapal Pengolah Ikan Canggih

Sep 04, 2026 - 19:40
0
Indonesia-Rusia Kaji Pendirian Pabrik Pupuk di Vladivostok, dan Penyediaan Kapal Pengolah Ikan Canggih
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P. Roeslani dan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, memberikan keterangan pers. (FOTO: BPMI Setpres)

PERTEMUAN tingkat tinggi antara Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, di Vladivostok, Kamis (3/9/2026), melahirkan sejumlah kesepakatan nyata yang memperkokoh fondasi kerja sama bilateral. 

Dialog strategis ini merambah spektrum luas sektor vital, mencakup pertanian, energi dan sumber daya mineral, pertahanan, investasi, hingga pengembangan industri perkapalan.
 
Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat sebagai CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, secara resmi mengonfirmasi langkah konkret yang telah disepakati. Bersama jajaran manajemen Pupuk Indonesia, pihaknya telah menandatangani perjanjian studi bersama (joint study) untuk mengkaji kelayakan pendirian pabrik pupuk urea di wilayah Vladivostok. 

Inisiatif ini dilandasi kepercayaan penuh atas lonjakan kinerja operasional dan efisiensi perusahaan BUMN tersebut, yang dinilai telah matang untuk berekspansi ke pasar global. Sekaligus memperkokoh pilar ketahanan bahan baku serta industri nasional.
 
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menekankan nilai strategis lokasi tersebut. “Ini menjadi menarik karena Vladivostok menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” ujarnya dengan tegas.
 
Selain sektor agribisnis, tawaran menarik hadir dari sisi kemaritiman. Presiden Vladimir Putin menawarkan kerja sama teknologi perkapalan mutakhir, meliputi penyediaan kapal pengolah hasil perikanan canggih dengan panjang lebih dari 102 meter. 

Merespons tawaran bernilai tambah tinggi ini, Presiden Prabowo Subianto berencana segera mengirimkan tim teknis guna mendalami spesifikasi dan potensi pemanfaatan teknologi tersebut bagi kepentingan industri kelautan Indonesia.
 
Di bidang ekonomi, kedua negara sepakat untuk mempercepat proses ratifikasi perjanjian perdagangan bebas dengan kawasan Eurasia. Langkah ini dianggap sangat tepat mengingat momentum positif di mana nilai perdagangan bilateral tercatat tumbuh lebih dari 12 persen pada periode sebelumnya.
 
Setelah merampungkan seluruh rangkaian agenda —termasuk memberikan pidato utama sebagai tamu kehormatan pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11— Presiden Prabowo dan rombongan tiba kembali di tanah air pada Jumat (4/9/2026) dini hari. Mendarat dengan selamat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. 

Dalam forum bergengsi tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan filosofi konektivitas yang menjadi jiwa hubungan kedua bangsa:
 
“Samudra Pasifik tidak memisahkan kita, melainkan menghubungkan kita,” tegas Presiden. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User