LPJ PBNU Masa Khidmat 2021-2026 Diterima secara Aklamasi, Tak Satu pun Menolak
DI TENGAH suasana khidmat Sidang Pleno II Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, momen penting terukir. Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), hadir dengan kerendahan hati membawa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang tebalnya hampir mencapai 800 halaman.
DI TENGAH suasana khidmat Sidang Pleno II Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, momen penting terukir. Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), hadir dengan kerendahan hati membawa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang tebalnya hampir mencapai 800 halaman. Dokumen ini adalah cermin nyata dari lima tahun perjalanan panjang, kerja keras, dan kebersamaan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Dalam paparannya, Gus Yahya membuka sidang dengan permohonan maaf yang tulus dari lubuk hati terdalam. Ia tidak berdiri di sana sebagai pemimpin yang merasa paling hebat, melainkan sebagai pengabdi yang menyadari segala keterbatasan.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Resmi Buka Muktamar ke-35 NU dan Minta Kartu Anggota NU.
"Mewakili jajaran Pengurus PBNU, saya menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan maupun kesalahan selama menjalankan amanah kepengurusan pada periode ini," ucapnya tulus.
Laporan yang mencakup program kerja hingga rincian keuangan ini disampaikan dengan semangat bahwa NU adalah wasilah —sarana, bukan tujuan akhir. Organisasi ada sebagai jembatan untuk mewujudkan kemaslahatan umat, bukan menjadi tujuan yang berhenti pada nama atau jabatan.
Gus Yahya menegaskan bahwa setiap capaian yang tercatat di sana bukanlah kemenangan pribadi pengurus, melainkan buah dari kerja keras kolektif seluruh Nahdliyin dari Sabang sampai Merauke.
Satu Suara, Satu Hati: Diterima Tanpa Penolakan
Suasana sidang semakin hangat saat pimpinan membuka ruang tanggapan. Sebanyak 12 perwakilan Pengurus Wilayah (PW) NU dari berbagai pelosok negeri —mulai dari Maluku hingga wilayah lainnya— berbicara satu per satu. Mereka menyatakan sikap yang sama: penerimaan yang tulus.
Perwakilan PWNU Maluku mewakili semangat kebersamaan itu, mengatakan:
"Saya atas nama seluruh PWNU Maluku beserta cabang di bawahnya, menyatakan menerima dan berterima kasih atas laporan pertanggungjawaban dari PBNU periode ini." katanya.
BACA JUGA: Kader NU adalah Sosok Manusia Utuh yang Berilmu Luas
Ketika pimpinan sidang kemudian bertanya kepada seluruh muktamirin apakah ada yang menolak, ruangan hening. Tidak ada satu pun tangan yang terangkat.
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar, Prof. Mohammad Nuh, pun menyimpulkan dengan lega: "Alhamdulillah, seluruh perwakilan menerima dengan baik. Maka disimpulkan laporan ini diterima secara aklamasi." ujar Prof.Nuh.
Penutup yang Penuh Harapan
Menutup momen bersejarah ini, Gus Yahya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan mengemban amanah berat bersama jajaran Syuriah dan Tanfidziyah. Ia juga berjanji akan menindaklanjuti setiap catatan dan masukan yang diberikan dengan hati terbuka.
"Terima kasih atas kelapangan dada dan semua catatan. Semua akan ditindaklanjuti PBNU periode ke depan. Secara pribadi, saya ucapkan terima kasih dan mohon maaf. Semoga Allah memberkahi kita lahir dan batin."
Sebuah laporan tebal hampir 800 halaman tersebut kini telah disahkan. Namun yang lebih berharga dari lembaran kertas tersebut adalah kepercayaan, persaudaraan, dan semangat khidmat yang terjalin erat. Ini membuktikan bahwa NU bergerak maju bukan dengan kekuatan satu orang, melainkan dengan kekuatan persatuan seluruh anak bangsanya. (Imam Kusnin Ahmad)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0

Comments (0)