Harapan Besar dan Tantangan Nyata bagi 606 Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya PSDKU Kediri

RATUSAN mahasiswa baru PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) Universitas Brawijaya Kediri  menyambut awal perjalanan mereka di dunia perkuliahan dengan semangat sekaligus pesan mendalam dari Rektor UB, Prof. Widodo. 

Aug 15, 2026 - 17:20
Updated: 10 minutes ago
0
Harapan Besar dan Tantangan Nyata bagi 606 Mahasiswa Baru Universitas Brawijaya PSDKU Kediri
Acara Penutupan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) UB Kediri 14/8 2026. (FOTO: Detik.Com)

RATUSAN mahasiswa baru PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) Universitas Brawijaya Kediri  menyambut awal perjalanan mereka di dunia perkuliahan dengan semangat sekaligus pesan mendalam dari Rektor UB, Prof. Widodo. 

PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri adalah kampus cabang resmi UB Malang di Kota Kediri, Jawa Timur. Ada 3 fakultas, yaitu fakultas pertanian, fakultas peternakan dan fakultas perikanan & ilmu kelautan. 

Dalam pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB) tahun 2026 yang berlangsung Jumat (14/8/2026), beliau tidak hanya menyapa, tetapi juga membentangkan harapan besar sekaligus tantangan nyata yang akan dihadapi para mahasiswa baru ini.
 
Sektor Pangan Dunia Hadapi Tantangan Serius
 
Prof. Widodo mengingatkan bahwa sektor pangan dunia sedang menghadapi tantangan serius. Mulai dari perubahan iklim yang tak menentu hingga berkurangnya jumlah petani dari hari ke hari. 

Di sinilah peran para mahasiswa baru sangat dibutuhkan. Dan kuncinya satu: penguasaan teknologi, terutama kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
 
Namun, beliau menegaskan bahwa AI bukan pengganti manusia. AI hanyalah alat bantu.
 
"AI itu hanya alat bantu. Otak kita yang harus tetap tumbuh, otak kita harus berkembang, otak kita harus diisi oleh pengetahuan. Jadi kita manfaatkan AI untuk mempercepat kita belajar agar kita semakin mudah untuk mengembangkan pengetahuan," ujar Prof.Widodo.
 
Pesan ini menjadi penunjuk arah yang jelas: teknologi harus dikuasai, tetapi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas manusia tetap menjadi yang utama. AI membantu, tetapi manusia yang memimpin.
 
Kerja Keras, Jangan Mudah Mengeluh
 
Di hadapan ratusan mahasiswa baru yang datang dari berbagai daerah, Prof. Widodo juga menyampaikan pesan tentang arti kesuksesan yang sesungguhnya. Bukan datang secara instan, melainkan lahir dari kerja keras dan kemauan untuk terus belajar.
 
"Jangan buang waktu hanya untuk bermain, tapi gunakan waktu untuk belajar dengan keras. Kesuksesan akan kita peroleh kalau kita kerja keras. Para alumni yang sudah sukses pasti dimulai dari kerja keras," ingatnya.
 
Beliau juga mengingatkan untuk selalu berpikir positif dan tidak mudah mengeluh. Orang yang terus mengeluh dan menyalahkan keadaan, tidak akan pernah belajar dan tidak akan tumbuh. Sebaliknya, mereka tetap optimistis dan berusaha, dan mampu melihat peluang di setiap tantangan.
 
"Orang yang tidak mengeluh dan terus berpikir positif akan melihat peluang dari setiap hal yang dilihat dan akan tumbuh. Kalau kita terus mengeluh, menyalahkan keadaan, pasti tidak akan belajar dan tidak akan tumbuh," nasehat.
 
Belajar Tak Terbatas di Ruang Kelas
 
Prof. Widodo juga mengingatkan: "Kuliah itu tidak hanya hadir di ruang kelas. Karena di ruang kelas itu hanya sebagian kecil dari proses. Kuliah adalah proses belajar. Tidak hanya di ruang kelas, tetapi di luar ruang kelas baca buku, baca jurnal, kerja di lapangan, juga di laboratorium."
 
Dengan fasilitas yang semakin baik, termasuk laboratorium yang memadai, potensi untuk berkembang dan melakukan riset pun semakin terbuka lebar bagi para mahasiswa baru.
 
606 Mahasiswa Baru Potensi Besar untuk Kediri
 
Sementara itu, Direktur PSDKU UB Kediri, Prof. Dr. Ir. Sholeh Hadi Pramono, menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa baru tahun ini mencapai 606 orang. Meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 460 orang. 

Prodi dengan jumlah mahasiswa terbanyak adalah Peternakan, disusul Agro-Ekoteknologi, Agribisnis, Sosial Ekonomi Perikanan, dan Akuakultur.
 
Menurut beliau, para mahasiswa baru tidak hanya akan mendalami keilmuan masing-masing, tetapi juga diarahkan untuk mengintegrasikan pengetahuan tersebut dengan teknologi AI. Hal ini sangat penting mengingat Kediri memiliki potensi besar di sektor agraris: pertanian, peternakan, hingga perikanan.
 
"Para mahasiswa selain (menguasai) bidang keilmuannya sendiri juga diintegrasikan dengan teknologi maju, yaitu artificial intelligence. Kita sudah melatih dosen dan riset baik riset mahasiswa serta dosen untuk terintegrasi dengan AI. Karena dengan penggunaan artificial intelligence kita lebih bisa meningkatkan nilai produktivitas," kata Prof.Sholeh Hadi Pramono.
 
Rangkaian PKKMB (pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru) berlangsung penuh makna. Dimulai di kampus utama UB Malang pada 10–12 Agustus, lalu berlanjut di kampus PSDKU UB Kediri pada 13–14 Agustus. Sebagai penutup yang menyentuh hati, Rektor beserta jajaran akademik dan para mahasiswa baru bersama-sama melakukan penghijauan dengan menanam pohon mangga di area kampus.
 
Sebuah simbol yang sangat indah: seperti pohon yang ditanam hari ini, perlu dirawat, disiram, dan diberi waktu untuk tumbuh, begitu pula dengan ilmu pengetahuan dan karakter para mahasiswa baru ini. Jika dijaga dengan tekun, dikembangkan dengan kerja keras, dan diperkuat dengan teknologi yang bermanfaat, maka kelak mereka akan menjadi pohon yang rindang — memberi keteduhan dan hasil bumi bagi seluruh bangsa.
 
Selamat belajar, selamat berjuang para mahasiswa baru PSDKU UB Kediri. Masa depan pangan dan kemajuan bangsa ada di tangan kalian. Wallahu A'lam Bisshawab. (*/Imam Kumsn Ahmad

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User