3 Hari Berturut-turut Kembali ke Toko, Begini Cara Rhoma Irama Dapatkan Gitar Prototipe Dunia di Hong Kong

Sep 12, 2026 - 19:58
0
3 Hari Berturut-turut Kembali ke Toko, Begini Cara Rhoma Irama Dapatkan Gitar Prototipe Dunia di Hong Kong
Rhoma Irama dengan gitar kesayangannya. (FOTO: Istimewa)

KISAH tekad Rhoma Irama sungguh luar biasa. Saat syuting di Hong Kong tahun 1980, ia jatuh hati pada sebuah gitar Steinberger M-1T yang ternyata berupa prototipe dan tidak untuk dijual. 

Namun, tekadnya tak luntur. Selama tiga hari berturut-turut ia kembali ke toko musik Tom Lee Music Shop tersebut. Keajaiban pun terjadi — pemilik toko melihat artikel tentang Rhoma Irama sebagai "Superstar Asia". Lalu ia menghubungi langsung pembuat gitar. Akhirnya, gitar prototipe itu berpindah tangan ke tangan Rhoma dengan harga sekitar Rp20 juta — nilai yang sangat besar pada masanya. 

Gitar yang dimainkan oleh Eddie Van Halen dan David Bowie ini kini menjadi milik Raja Dangdut Indonesia.
 
Gitar-gitar legendaris yang dimiliki Rhoma Irama memang tak main-main. 

Banyak yang mengenal beliau hanya sebagai penyanyi dangdut legendaris yang dijuluki "Raja Dangdut" dan "Bapak Musik Dangdut Modern". Namun, sedikit yang tahu bahwa di balik kesuksesan di panggung dan revolusi musik yang dibawanya, Rhoma Irama adalah seorang musisi dengan selera instrumen kelas dunia. 

Deretan gitar yang pernah dimainkan dan menjadi andalan sepanjang perjalanan kariernya bukanlah barang biasa. Beberapa di antaranya adalah edisi terbatas, bahkan ada yang berupa prototipe dunia yang hanya dimiliki oleh segelintir musisi besar — sungguh layak disebut "harta para sultan".
 
Sejak awal kariernya di akhir era 1950-an, Rhoma Irama sangat teliti dalam memilih instrumen. Gitar bukan sekadar alat pengiring nada, melainkan perpanjangan jiwa musiknya. Setiap jenis gitar yang digunakannya memiliki karakter suara yang spesifik, disesuaikan dengan evolusi musik yang sedang ia bangun. 

Setidaknya ada empat merek gitar utama yang menemani perjalanan panjang Sang Raja Dangdut: Gibson, Fender, Rickenbacker, dan Steinberger. Nama-nama ini bukan sekadar merek populer — di dunia musik internasional, gitar-gitar ini adalah legenda yang dimainkan oleh musisi kelas dunia seperti B.B. King, The Beatles, Guns N' Roses, Led Zeppelin, hingga Pink Floyd.
 
Kisah bermula pada masa awal karier. Saat masih bergabung dengan grup Tornado sekitar tahun 1959–1963, gitar pertama yang menemani Rhoma adalah Gibson ES-330. Gitar jenis hollow body ini dikenal dengan karakter suara blues dan jazz yang hangat — sama persis dengan yang digunakan oleh legenda musik dunia, B.B. King. 

Ketika mendirikan grup Soneta, Rhoma beralih ke Gibson Les Paul Standard Gold Top yang digunakan dalam album-album awal Volume 1 hingga Volume 3 (1965–1967). Gitar ini memiliki daya tahan suara yang kuat, sangat cocok untuk permainan solo yang ekspresif — persis seperti yang dimainkan oleh para gitaris rock legendaris seperti Slash (Guns N' Roses) dan Jimmy Page (Led Zeppelin).
 
Memasuki era 1970-an, musik Rhoma Irama semakin dinamis. Ia beralih ke Fender Telecaster Deluxe, gitar dengan suara yang lebih tajam dan tegas. Gitar yang identik dengan gaya rock and roll ini juga digunakan oleh Keith Richards (The Rolling Stones). 

Setelah Soneta semakin besar, muncullah gitar yang paling ikonik: Fender Stratocaster CBS Natural Wood yang ditempeli stiker Soneta berwarna merah. Gitar ini hadir di hampir setiap panggung dan film Rhoma Irama — instrumen yang setara dengan yang dimainkan oleh Jimi Hendrix, Eric Clapton, dan David Gilmour (Pink Floyd).
 
Tak berhenti di situ, masih ada Rickenbacker 481 yang digunakan saat membawakan lagu "Lailahaillallah" dalam film Raja Dangdut, serta seri Steinberger lainnya seperti P-2S "Aswad", Steinberger Custom buatan khusus, hingga Steinberger M-4T Koa Limited Edition yang terbuat dari kayu langka. 

Semua ini membuktikan satu hal: musik dangdut di tangan Rhoma Irama sejak awal memang disetarakan dengan standar musik dunia. Gitar-gitar legendaris itu bukan sekadar kemewahan, melainkan bukti bahwa musisi dangdut Indonesia pun berhak berdiri sejajar dengan musisi mancanegara. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User