10 Tahun UNU Blitar Dimeriahkan Lomba Mewarnai oleh Para Bocah PAUD, TK dan RA

SELEMBAR kertas putih bersih perlahan berubah menjadi kanvas kehidupan. Tangan-tangan mungil bergerak hati-hati, menggoreskan krayon cerah. Ada yang penuh semangat, ada yang teliti menjaga garis batas. 

Aug 30, 2026 - 07:25
0
10 Tahun UNU Blitar Dimeriahkan Lomba Mewarnai oleh Para Bocah PAUD, TK dan RA
Suasana lomba mewarnai para bocah PAUD, TK dan RA di Blitar meriahkan HUT ke-10 UNU Blitar. (FOTO: Kusnin)

SELEMBAR kertas putih bersih perlahan berubah menjadi kanvas kehidupan. Tangan-tangan mungil bergerak hati-hati, menggoreskan krayon cerah. Ada yang penuh semangat, ada yang teliti menjaga garis batas. 

Di Graha NU Blitar, Sabtu pagi (29/8/2026), suasana riuh namun penuh kehangatan mewarnai Lomba Mewarnai Mamamia Piala Wali Kota Blitar. 

Bukan sekadar lomba biasa, momen ini menjadi jembatan cinta antara anak-anak, identitas daerah, dan langkah besar Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar yang genap berusia satu dekade.
 
Lebih dari Sekadar Warna: Menanam Akar Kearifan

Lomba yang diikuti anak-anak jenjang PAUD, TK, dan RA (Raudlatul Athfal) ini mengusung tema indah: "Warna-warni Blitarku, Ceria Masa Depanku", menjadi bagian dari rangkaian puncak Harlah ke-10 UNU Blitar. Dengan tema besar "Satu Dekade Bertumbuh, Meneguhkan Kearifan Lokal, Mewujudkan Universitas Unggul Berdaya Saing Global." Kegiatan ini menyimpan makna yang jauh lebih dalam dari sekadar kompetisi.
 
Koordinator Lomba, Dessy Farantika, M.Pd., menjelaskan filosofi di balik pilihan kegiatan ini:
 
"Kami sadar, pengenalan kearifan lokal tidak harus selalu lewat pelajaran formal yang kaku. Lewat gambar dan warna yang mereka sukai, anak-anak bisa mengenal lingkungan, mencintai daerahnya, sekaligus mengembangkan kreativitas tanpa batas." katanya.
 
Bagi panitia, lomba ini bukan ajang mencari pemenang semata. Kegiatan ini dipilih karena dekat dengan dunia anak— menyenangkan, bebas, dan murni. 

UNU Blitar ingin menjadikan momen harlah ini sebagai bukti bahwa pertumbuhan kampus harus berjalan seiring dengan kehadiran nyata di tengah masyarakat.
 
Ruang Kreasi, Ruang Kebersamaan
 
Suasana di lokasi lomba mempertemukan anak-anak dari berbagai satuan pendidikan. Di sana, mereka tidak hanya beradu keterampilan mewarnai, tetapi juga belajar berinteraksi, bertemu teman baru, dan merasakan kebersamaan yang hangat. Hal ini menjadi nilai tambah yang berharga dalam membangunnya karakter sosial sejak dini.
 
Semangat dan keberanian mereka pun diapresiasi setinggi-tingginya. Selain berebut Piala Wali Kota Blitar, trofi, piagam, dan uang pembinaan, penghargaan khusus disiapkan bagi para juara harapan. Hal ini sebagai bentuk apresiasi tulus atas usaha, keberanian, dan imajinasi yang ditunjukkan.
 
Satu Dekade Bertumbuh, Berakar pada Lokal
 
Bagi UNU Blitar, perjalanan 10 tahun ini tidak hanya diukur dari pencapaian akademik atau gedung yang tegak. Lebih dari itu, keberhasilan diukur dari kedalaman interaksi dengan masyarakat dan keterikatan pada sederhanakan asli daerah.
 
Blitar —dengan sejarah, budaya, dan karakternya yang kuat— dijadikan pijakan kokoh. Melalui kegiatan sederhana namun menyentuh hati ini, universitas berupaya menanamkan benih-benih cinta tanah air dan kearifan lokal ke dalam sanubari generasi penerus.
 
Dari goresan krayon di atas kertas putih, terangkum pesan sederhana namun bermakna: Anak-anak bermain, berkreasi, dan mengenal rumah mereka sendiri. Sementara UNU Blitar terus melangkah memasuki usia dewasa, bertekad tumbuh bersama warga, tetap berakar kuat pada kearifan lokal, dan menyiapkan insan-insan kreatif menyambut masa depan yang cerah. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User