Ulama NU Tidak Boleh Terbiasa dengan Hal-Hal yang Tertutup

DI BALIK kesederhanaan seorang ulama, tersimpan kepekaan yang tajam terhadap nilai-nilai kejujuran. KH. Abdul Nasir Badrus, Rois Syuriah PCNU Kediri, tampil bukan sebagai penentang. Tapi sebagai penjaga marwah organisasi saat menyampaikan kegelisahannya.

Aug 30, 2026 - 16:38
0
Ulama NU Tidak Boleh Terbiasa dengan Hal-Hal yang Tertutup
Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kediri, KH. Abdul Nasir Badrus. (FOTO: Istimewa)

DI BALIK kesederhanaan seorang ulama, tersimpan kepekaan yang tajam terhadap nilai-nilai kejujuran. KH. Abdul Nasir Badrus, Rois Syuriah PCNU Kediri, tampil bukan sebagai penentang. Tapi sebagai penjaga marwah organisasi saat menyampaikan kegelisahannya.

Meski sudah menjalankan prosedur administratif -- memasukkan rekomendasi ke kotak yang disediakan — beliau merasa ada yang kurang lengkap. Bukan soal prosedur yang terlewati, melainkan soal rasa keadilan dan transparansi yang dirasakan belum menyentuh hati nurani.

BACA JUGA: Bursa Ketua Umum PBNU Mengerucut dan Isu Karantina Menggema Menjelang Muktamar

"Kita ndelik-ndelik cari apa?" tanyanya lugas, mengajak kita merenung. Bagi Kiai Abdul Nasir, ulama NU tidak boleh terbiasa dengan hal-hal yang tertutup. Ia mengingatkan bahwa kita adalah bagian dari pilar negara dan keadilan.

Penyerahan dukungan, ujarnya, seharusnya menjadi momen yang terang benderang: disaksikan banyak orang, dibuka di hadapan umum, tanpa ruang bagi keraguan sedikit pun.

Beliau menolak cara pandang yang "kurang terbuka." Demikian pungkas pengasuh Pesantren Al Hikmah Purwoasri Kediri ini.

Pesan mendalamnya menjadi penegas karakter: "Jangan diajari untuk tidak jujur." Sebagai warga negara dan kader bangsa, kita berjuang demi NKRI, kejujuran, dan semangat rahmatan lil alamin. Arsip yang tersimpan pun bukan sekadar kertas, melainkan bukti bahwa kebenaran harus selalu dapat diperiksa. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User