ISNU Gelar Diskusi Panel ISNUPRENEUR: Dorong Ekonomi Kerakyatan, Angkat Daya Saing UMKM

IKATAN Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) menggelar diskusi panel bertajuk ISNUPRENEUR: Ekonomi Kerakyatan untuk UMKM Naik Kelas. Acara diskusi panel sekaligus pameran produksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Aug 30, 2026 - 19:27
0
ISNU Gelar Diskusi Panel ISNUPRENEUR: Dorong Ekonomi Kerakyatan, Angkat Daya Saing UMKM
(FOTO: ISNU)

IKATAN Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) menggelar diskusi panel bertajuk ISNUPRENEUR: Ekonomi Kerakyatan untuk UMKM Naik Kelas. Acara diskusi panel sekaligus pameran produksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian untuk menyemarakkan Muktamar ke-35 NU. Berfokus pada pembangunan ekosistem ekonomi yang kuat, inovatif, dan berpihak pada rakyat.
 
Acara dilaksanakan pada Minggu, 30 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Bung Tomo, Hall Pemerintah Kabupaten Jombang.
 
Diskusi ini menghadirkan lima tokoh dan praktisi berpengalaman dari lintas sektor sebagai pemateri utama. Yaitu: Prof.H. Komaruddin Amin, Hj. Atut Faricha, Prof. Mas’ud Said, H. Ahmad Nuruddin, ST., serta Heri Purnomo. 

Para narasumber akan berbagi gagasan, pengalaman, dan strategi konkret guna memperkuat daya saing UMKM serta memastikan keberadaannya dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
 
Kegiatan ini terbuka bagi umum untuk hadir, berpartisipasi aktif dalam diskusi, membangun jejaring kemitraan, serta turut menguatkan fondasi ekonomi kerakyatan melalui penguatan UMKM. Kegiatan ini juga mengusung semangat kolaborasi untuk kemaslahatan umat. 

ANGKA PERPUTARAN EKONOMI UMKM RP313 TRILIUN

Angka perputaran ekonomi mencapai Rp313 triliun bukan sekadar deretan angka statistik di atas kertas. Bagi Prof. M. Mas’ud Said, Ph.D., Ketua PW ISNU Jawa Timur sekaligus Wakil Ketua Umum PP ISNU, nilai raksasa ini adalah napas kehidupan bagi ribuan santri, pesantren, dan masyarakat yang selama ini sering berada di pinggiran arus ekonomi besar. 

Hal itu disampaikan Prof.Mas'ud, dalam kajian Diskusi Panel ISNUPRENEUR. Dorong Ekonomi Kerakyatan, Angkat Daya Saing UMKM yang diselenggarakan ISNU di Jombang Minggu 30/8 2026.

Ia menawarkan pandangan yang hangat, namun tegas. Pesantren tidak hanya pencetak ulama, tapi juga pusat kekuatan ekonomi rakyat yang luar biasa.
 
Bayangkan ribuan desa yang tersebar di seluruh Jawa Timurn—sebanyak 7.721 titik kehidupan— yang menjadi lahan subur bagi pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan. 

Di sanalah berdiri kokoh pondok-pondok tua yang tak lekang oleh waktu: Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan dengan jaringan BMT-nya yang menggerakkan modal rakyat, hingga Ponpes Darunnajah Jakarta dengan aset dan sistem pendidikan modern yang mumpuni. 

Mereka bukan sekadar tempat menuntut ilmu agama, tapi juga rumah besar yang memeluk dan mengembangkan potensi ekonomi setiap santrinya.

Selain Prof Mas'ud, juga menjadi pembicara Ketum ISNU, Prof.H. Komaruddin Amin, Hj. Atut Faricha, H. Ahmad Nuruddin, ST., serta Heri Purnomo.

SATU PESANTREN SATU PRODUK

Tidak berhenti pada pencatatan potensi semata. Prof. Mas’ud juga  mengajak kita menatap realitas di lapangan: masih banyak kekuatan yang harus disatukan. 

Ada pesan sederhana, namun mendalam tentang semangat kebersamaan yang ia sampaikan:
 “Kita hidup di era kolaborasi. Tugas kita menemukan titik temu kerja sama, membutuhkan ketepatan, kreativitas, dan perencanaan presisi,” ujar Prof.Mas'ud Said.
 
Pesantren diajak untuk tidak lagi berjalan sendiri; tapi mesti bergandengan tangan dengan kekuatan daerah, anggaran pembangunan, serta visi para kepala daerah. 

Salah satu gagasan emas yang ditawarkan adalah prinsip: “Satu Pesantren Satu Produk,” katanya.
 
Gagasan ini membawa harapan nyata. Mengubah dapur pesantren, bengkel kerja, dan tenaga santri yang terlatih menjadi barang kompetitif yang punya nilai jual, kemasan rapi, serta jangkauan pasar yang luas. 

Prof. Mas’ud menegaskan transformasi ini penting:
 “Pesantren punya unit usaha pabrik. Bukan hanya pabrik ulama, tapi pabrik industri.” kata Prof. Mas'ud yang juga Guru Besar Unisma Malang ini.
 
Lebih dari sekadar mengejar keuntungan materi, tulisan ini menyentuh sisi kemanusiaan yang mendalam: bagaimana teknologi, pemasaran, dan keuangan bisa berjalan melayani umat, bukan sebaliknya. 

Ketika para santri mampu menguasai peta pasar, mengelola modal dengan presisi, dan bekerja keras bersinergi dengan pemerintah daerah, maka mimpi besar itu bisa terwujud —lahirnya ekonomi yang tumbuh dari akar paling bawah, kokoh, jujur, dan membawa berkah bagi semesta. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User