PSSI Tetapkan Stadion PTIK Khusus untuk Tempat Latihan Timnas Indonesia.

Sep 12, 2026 - 06:54
0
PSSI Tetapkan Stadion PTIK Khusus untuk Tempat Latihan Timnas Indonesia.
Ketua PSSI Erick Thohir bersama staf saat meninjau fasilitas latihan untuk Timnas Garuda. (FOTO: PSSI)

PSSI MENETAPKAN Stadion PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) di Kebayoran Baru Jakarta sebagai satu-satunya markas latihan khusus tim nasional (Timnas) Indonesia. 

Ini bukan sekadar soal penyediaan fasilitas. Ini adalah keputusan strategis di tengah tekanan menjadi tuan rumah, di mana sorotan publik dan lawan begitu kuat. Timnas Indonesia membutuhkan satu ruang yang benar-benar milik mereka sendiri, tempat di mana mereka bisa fokus, tenang, dan membangun kekompakan tanpa intervensi dari luar.
 
Sekjen PSSI Yunus Nusi menegaskan hal ini saat peninjauan lapangan. "PTIK itu kami dedikasikan khusus untuk lapangan latihan Timnas Indonesia," ucapnya tegas. Artinya, selama ajang FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung, tidak ada tim lain yang boleh menggunakan fasilitas tersebut. Privasi dan kenyamanan skuad Garuda menjadi prioritas utama.
 
Sementara itu, tim-tamu yang bertanding di wilayah Jakarta ditempatkan di lokasi terpisah, di Lapangan ABC dan Stadion Madya di kawasan GBK (Gelora Bung Karno). 

Stadion Utama GBK sendiri difungsikan murni sebagai tempat pertandingan. Pola pemisahan ini memiliki makna penting: menciptakan batas yang jelas antara "wilayah persiapan" dan "wilayah pertempuran". Timnas Indonesia bisa masuk ke arena pertandingan dengan pikiran yang jernih, bukan berbagi ruang dengan lawan.
 
PSSI juga menunjukkan keseriusan dengan menurunkan jajaran pimpinan tertinggi untuk meninjau langsung. Ketua Umum Erick Thohir sendiri yang memimpin pengecekan, dari SUGBK, ke Lapangan ABC, Stadion Madya, hingga berakhir di PTIK. Ini menunjukkan bahwa detail sekecil apa pun, dari kualitas rumput hingga sistem keamanan mendapat perhatian langsung dari pimpinan tertinggi.
 
Pemantauan juga berjalan terus-menerus. Hampir setiap hari, tim ofisial dan Badan Tim Nasional berkunjung ke PTIK. Kekurangan yang ditemui langsung ditindaklanjuti. Persiapan infrastruktur tidak menunggu daftar pemain keluar dulu. Justru sebaliknya: rumah sudah siap, menunggu penghuninya datang. Ini adalah pendekatan profesional yang selama ini sering kita dambakan.
 
Fokus kini tertuju pada John Herdman. Pelatih asal Inggris ini belum merilis daftar pemain maupun jadwal pemusatan latihan menjelang FIFA ASEAN Cup 2026 23 September - 5 Oktober 2026.

Namun PSSI tidak berdiam diri. Mereka menyiapkan panggungnya lebih dulu. Ketika Herdman akhirnya datang dengan skuadnya, ia akan menemukan tempat yang siap pakai, bukan tempat yang masih diperbaiki.
 
Di balik semua ini, ada satu pesan kuat: Indonesia tidak main-main. Menjadi tuan rumah bukan sekadar membuka pintu dan menyambut tamu. Menjadi tuan rumah berarti memastikan tim kita memiliki keunggulan. Bukan hanya di atas lapangan pertandingan, tetapi jauh sebelum itu, di tempat mereka berlatih, berkumpul, dan membangun mental juara.
 
Stadion PTIK kini bukan sekadar lapangan hijau. Ia adalah benteng pertama Timnas Indonesia. Di sanalah mimpi dimulai. Di sanalah kekuatan ditempa. Dan dari sanalah, pada 25 September nanti, langkah pertama menuju kejayaan akan dimulai. Indonesia versus Singapura.  (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User