Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya! 

PRESIDEN RI Prabowo Subianto menggarisbawahi pentingnya koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional. Hal ini dinyatakan di puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.

Jul 14, 2026 - 07:52
0
Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya! 
Presiden Prabowo di puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu 12 Juli 2026. (FOTO: BPMI Setpres)

PRESIDEN RI Prabowo Subianto menggarisbawahi pentingnya koperasi dalam pembangunan ekonomi nasional. Hal ini dinyatakan di puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026.

Presiden menyatakan, “Indonesia ini negara besar. Kita butuh koperasi. Kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD, kita butuh semuanya,” ujar Presiden Prabowo. Ia menegaskan koperasi merupakan salah satu “sokoguru” perekonomian Indonesia sekaligus penggerak kesejahteraan rakyat.
 
Presiden menekankan kebutuhan sinergi antar koperasi, UMKM, badan usaha negara, daerah, serta sektor swasta demi mengoptimalkan potensi ekonomi secara seimbang. 

“Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain. No. Kita perkuat semuanya,” tandasnya.
 
Dalam pidatonya, Presiden juga memperkenalkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang akan menjadi pusat layanan ekonomi desa terintegrasi. “Nanti akan ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, gudang, cold storage, dan lain-lain,” kata mantan Menhankam era Presiden Jokowi ini. 

Beliau menyampaikan ide ini lahir dari pengalaman melihat kesulitan masyarakat desa. “Saya semakin yakin, satu-satunya jalan untuk menjaga rakyat yang paling bawah adalah kekuatan koperasi,” tegasnya.
 
Presiden menjelaskan, banyak petani kesulitan akses pembiayaan dan masih terjerat rentenir. “Rakyat kita harus bisa pinjam uang dengan bunga murah. Jawabannya: koperasi simpan pinjam di setiap desa,” jelasnya. 

KDKMP juga akan menyalurkan barang subsidi tepat sasaran, “Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan. Supaya yang membutuhkan dialah yang terima,” tegas Presiden.
 
Penguatan koperasi tidak hanya di desa, tapi juga untuk nelayan dengan penyediaan fasilitas seperti gudang pendingin dan kapal yang dikelola koperasi, menjamin sistem ekonomi berkelanjutan.
 
Dalam sambutannya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono melaporkan kemajuan KDKMP. “Sudah 83.000 badan hukum koperasi selesai, bangunan fisik hampir 16 ribu dan sedang dibangun hampir 20 ribu,” jelas Ferry. Ia optimis koperasi akan semakin berdaya.
 
Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi menyebut momen ini sebagai kebangkitan gerakan koperasi. “Di bawah kepemimpinan Bapak Presiden, koperasi akan menjadi pilar utama penggerak rakyat Indonesia,” katanya.
 
Presiden Prabowo mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan koperasi, “Saya merasa koperasi adalah keluarga saya.” katanya.

Ia mengajak seluruh insan koperasi terus berjuang demi kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa.
 
Dengan visi “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya,” pemerintah berkomitmen memperkuat koperasi sebagai instrumen utama ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan. 

Sinergi antar sektor ekonomi diharapkan mendorong perekonomian yang tumbuh dari desa, memberdayakan rakyat, dan memastikan sektor riil kembali menjadi tulang punggung bangsa. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User