PLN Perkuat Kemandirian Masyarakat Lewat Ribuan Program TJSL Berkelanjutan
PT PLN (Persero) membuktikan komitmennya pada pembangunan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang masif dan berdampak nyata.
PT PLN (Persero) membuktikan komitmennya pada pembangunan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang masif dan berdampak nyata. Sepanjang tahun 2024, ribuan program pemberdayaan telah mereka jalankan, membidik tiga pilar utama: pendidikan, lingkungan, dan pengembangan usaha mikro kecil (UMK).
Kunci suksesnya terungkap dalam Studium Generale di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar, Senin, 13 Juli 2026, oleh Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, Komisaris Independen PLN.
Di hadapan akademisi, pejabat dan mahasiswa, ia membuka wawasan baru tentang pendekatan TJSL yang tak sekadar “bagi bantuan,” tapi juga merupakan langkah strategis membangun kemandirian masyarakat.
“Program TJSL PLN dirancang supaya masyarakat tidak bergantung bantuan. Kami ingin menumbuhkan semangat partisipasi aktif, agar dampak jangka panjangnya makin terasa,” ungkap Ali, sapaan akrabnya.
Langkah pertama, jelas Ali, adalah social mapping yang teliti guna mengukur potensi dan kebutuhan masyarakat. Strategi ini dilanjutkan dengan kolaborasi pentahelix -- menyatukan sinergi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan komunitas. Pendekatan tersebut memastikan program tidak berjalan sendiri, tapi berkelanjutan karena dirangkul oleh banyak pihak.
Hasilnya luar biasa. Di bidang UMK, PLN telah menjalankan 503 program pemberdayaan. Fokus utama mereka adalah usaha bersama komunitas, tak hanya individu. Dari electrifying agriculture dan electrifying marine hingga pemberdayaan kawasan wisata dan kelompok rentan.
Program ini berhasil menyerap lebih dari 18 ribu tenaga kerja dan melibatkan 20 ribu lebih unit usaha. Omzet yang dihasilkan mencapai lebih dari 24 miliar rupiah, serta membantu 70 UMK naik kelas dan 15 desa wisata berkembang pesat.
Dalam pelestarian lingkungan, PLN tidak kalah gemilang. Puluhan ribu pohon ditanam, sampah dan bahan residu berbahaya seperti Fly Ash Bottom Ash dikelola dengan baik, sambil membangun fasilitas air bersih di ratusan titik. Program ini menyentuh langsung lebih dari 130 ribu jiwa, menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan target Sustainable Development Goals (SDGs).
Sementara itu, di bidang pendidikan, PLN menggelar 246 program berbeda. Mulai dari pelatihan vokasi, beasiswa, hingga inovasi konversi kendaraan bermotor ke listrik. Ribuan peserta mendapat pelatihan intensif, ratusan beasiswa disalurkan, dan fasilitas pendidikan pun dibangun dan ditingkatkan agar generasi muda siap bersaing dan adaptif menghadapi perkembangan zaman.
Dengan wajah program yang menyeluruh dan terukur, PLN menegaskan bahwa TJSL bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan investasi berharga demi kemandirian dan kemajuan masyarakat.
Prof. Ali menegaskan, “Kami tak ingin sekadar memberi bantuan. Kami ingin membangun ekosistem mandiri yang bisa meneruskan kehidupan lebih baik secara berkelanjutan.”
Langkah PLN ini patut diapresiasi. Tidak hanya sebagai perusahaan listrik, tetapi agen perubahan sosial yang membuka peluang dan merawat kehidupan berkelanjutan masyarakat Indonesia.(Imam Kusnin Ahmad)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0

Comments (0)