Pojok Histori
Dahlan Iskan Itu Lucu
BEBERAPA waktu terakhir, ada beberapa konCo laWas yang akan menulis dan mener...
Dahlan Iskan Kadang Ngawur
Itu dulu... Tahun 1980-an sampai dekade tengah 1990-an. Ketika JP bangkit da...
Kelucuan Masa Lampau
Ini cerita lama.. Saat bersama rombongan besar JP Group berkunjung selama 2 m...
Ngopi Bareng ala CoWasJP, Dahlan pun Hadir
TANPA kita sadari, sesungguhnya silaturahmi sangat penting dalam kehidupan be...
Ketika Orang Jawa Menunggu Wong Agung Ratu Adil
Tersingkapnya ajaran ati, sok berani meniru pujangga/ahli kitab, hal itu sang...
Dua Jempol untuk Sahabatku Khariri Mahmud
ALHAMDULILLAH anak saya yang kedua (Fika) sudah lulus dari Fakultas Kedoktera...
Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake
“Mengapa harus jauh-jauh bekerja di Semen Padang, Sumatra Barat? Bukanlah leb...
Kuliah ITS, Menjadi Mahasiswa Teladan Nasional
Masa studi di Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember, yang dimulai ...
Sering Meminta Ibunda Melangkahi Tubuhnya
Masa-masa belajar di SMP bagi Dwi Soetjipto juga dikenang sebagai masa ketika...
Majikan Ibunya Seorang Tionghoa yang Baik Hati
Kehidupan pedesaan memang menyenangkan bagi Dwi Soetjipto.Tetapi pada tahun ...
Tebus Turunkan Derajat Pemred JP selevel Bacabup
Program talk show “Ko Hin Opo maneh” (KOM) di JTV menjelang memasuki tahun ...
Makan Enak Saat Idul Fitri dan Ada Sesajen di Kuburan
Hari itu, 10 November 1955, sebenarnya istimewa bagi warga Surabaya mengingat...
Wartawan Kohin Tauladankan Bebas Utang Jelang Meninggal
Rumah Kaji Sholihin Hidayat di perkampungan Sekardangan, Sidoarjo, sejak ia j...
Sebagai Wartawan, Saya Hanya Takut Allah Ta’ala…
Suatu malam, di halaman Gedung Percetakan Jawa Pos berlantai dua di Karah Ag...
Kali Pertama Melihat Sri Purwati Menangis
Tulisan terakhir antara Dahlan Iskan dan Bondet, ternyata menuai protes. Bany...
