Alhamdulillah, Jalan di Puncak Bendungan Lahor Boleh Dilewati Mobil Lagi Pukul 04.00 - 22.00 WIB

ALHAMDULILLAH, kabar menggembirakan akhirnya datang! Perum Jasa Tirta (PJT) I (satu) kini kembali membuka jalan di puncak Bendungan Lahor untuk kendaraan roda empat ke atas. 

Aug 03, 2026 - 05:39
Updated: 6 hours ago
0
Alhamdulillah, Jalan di Puncak Bendungan Lahor Boleh Dilewati Mobil Lagi Pukul 04.00 - 22.00 WIB
Jalan di puncak Bendungan Lahor, di Karangkates. (FOTO: instagram undercover.id)

ALHAMDULILLAH, kabar menggembirakan akhirnya datang! Perum Jasa Tirta (PJT) I (satu) kini kembali membuka jalan di puncak Bendungan Lahor untuk kendaraan roda empat ke atas. 

Kebijakan ini diturunkan setelah mendengar aspirasi dan protes dari warga setempat. Bendungan Lahor terletak di perbatasan wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Tepatnya, bendungan ini menghubungkan Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, dengan Desa Boro/Selorejo di Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar

BACA JUGA: Warga Empat Desa di Selorejo Tolak Penutupan Jalan Bendungan LahoR
 
Kepastian ini didapat setelah mediasi antara perwakilan warga dan pihak PJT I pada Sabtu 1/8/2026. Camat Selorejo Agung Nugroho menyampaikan kesepakatan tersebut pada Minggu 2/8/2026.

"Setelah melakukan mediasi, kendaraan roda empat bisa kembali lewat di jalan bendungan dengan pengaturan jam, mulai pukul 04.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB," kata Agung.
 
Pembukaan jalan ini tetap memperhatikan keamanan kawasan Objek Vital Nasional. 

KESEPAKATANNYA:
 1.Kendaraan roda empat ke atas: Boleh lewat pukul 04.00 WIB hingga 22.00 WIB. Ditutup sementara pukul 22.00 sampai 04.00 pagi.

2.Kendaraan roda dua, ambulans, kendaraan darurat, dan UMKM terdaftar: Tetap boleh lewat 24 jam nonstop.
 
Kendaraan khusus UMKM akan dikoordinasikan lewat pemerintah desa setempat. Semua kendaraan wajib menempelkan kartu elektronik saat lewat, demi pendataan dan keamanan.
 
Kabar Melegakan bagi Warga
 
Sebelumnya, per 1 Agustus 2026 jalan puncak sempat ditutup total untuk mobil. Hal ini memicu kekhawatiran warga di empat desa: Ngreco, Boro, Olak-alen, dan Selorejo.
 
Banyak warga di sana menggantungkan hidup dari usaha di sekitar bendungan. Jika jalan ditutup, dikhawatirkan ekonomi warga akan lumpuh dan sepi pembeli.
 
Dengan kesepakatan ini, kebutuhan warga tetap terpenuhi, keamanan bendungan pun terjaga. Warga pun menyambut gembira keputusan ini. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User