Pojok Histori

Teringat Ucapannya: ''Sampean kan Tokoh Informal''

Buah itu sebenarnya yang ditunggu tunggu oleh hampir seluruh wartawan yang me...

Cerita Pendek tentang Si Anak Bangil

Pagi itu di bulan April 1983 sekitar 20 anak muda berderet naik ke lantai 2 R...

Jejak Jurnalis Santri

Sholihin Hidayat galau karena belum bisa menyelesaikan buku keduanya tentang ...

Jejak-Jejak Bahasa Manusia Jawa Purba Homo Wajakensi...

Indonesia, terutama wilayah Pulau Jawa, adalah kawasan dunia yang kesuburan d...

Puti, Machida, dan Pokemon

Satu kalimat Puti Guntur Soekarno yang membuat Walikota Machida, Joichi Ishiz...

Setelah Pisau Guillotine Menebas Karierku

Ini bagian akhir saya menulis kisah ini. Masih banyak lagi pengalaman lebih s...

Akrobatik Bujang Ganong di Tulungagung

Madiun,…hem…akhirnya aku kembali ke Madiun. Sebuah kota penuh kenangan yang m...

Belajar Tanpa Guru, Kerja Tanpa Ruang dan Waktu

Kalau saya boleh jujur, apa yang ditularkan Dahlan kepada anak buahnya memang...

Dekat Surga, Dekat Juga dengan Neraka

Tahun 1987, tepat 10 tahun berprofesi sebagai jurnalis, atau 2 tahun sebagai ...

Dahlan Iskan dan Buku-buku Antikorupsi

Djok, saya ada buku bagus tulisan seorang jaksa di Hongkong. Ini buku tentang...

Ajak Dahlan Iskan agar Muluskan Pinjaman Bank

Jumat 15 Maret 2013, Menteri BUMN Dahlan Iskan di undang ke Lombok. Salah sat...

Motor Berkat Karso Biran

Begitu Jawa Pos dipegang Grafity Press dengan manajemen baru (yang saya paham...

Sssst...Jangan Dibocorkan ke Pak Dahlan!

Saya tak mengenal Dahlan Iskan secara dekat, selama saya bergabung dengan Jaw...

ANNO 1982

Siang itu di bulan Maret 1982 saya terkaget-kaget saat pak pos menyerahkan ...

Kenal Sejak Meliput Komando Jihad

Antara Dahlan Iskan dan Bondet (lanjutan)Sebenarnya aku dan Dahlan iskan kena...

Cara Dahlan Hadapi Seribu Desakan Korupsi

Senin pagi, 16 Juni 2014 saya diterima Dahlan di ruang kerja Menteri BUMN. Na...