Pojok Histori

Diajak Main Catur, Dahlan Tahu Saya Ngalah

Marah-tidaknya Dahlan kadang tampak jelas, kadang terselubung. Seperti halnya...

Ada Tipe Orang yang Suka Menyembunyikan Kekuatan

Di Hari Guru (hari ini, 27 November 2012) saya cuplikkan dua kisah (serial): ...

Persahabatan Sejati Dua Wartawan Jawa Pos

Saya dan Almarhum Sugeng Irianto sudah bersahabat kental jauh hari sebelum sa...

Kala Bung Karno dan Ibu Tien Bersanding di Satu Dinding

Ini bukan kabar burung tentang Bung Karno dan Ibu Tien Soeharto. Juga bukan g...

Nyuapi Azrul sampai Belikan Dasi buat Dis

Cerita saya adalah sisi lain dari era perjuangan membesarkan koran Jawa Pos y...

Khusus Bagi Anda Yang Bekerja Di Hari Lebaran

Ini kisah nyata. Saya alami ketika saya wartawan koran Jawa Pos (JP). Saya de...

Kiprah Dua Cucu Bung Karno

Berapa banyak cucu Bung Karno? Sudahlah. Itu pertanyaan yang tidak perlu dija...

Kesaksian Guntur atas Penembakan Bung Karno

Momen shalat Idul Adha di pagi hari tanggal 14 Mei 1962, menjadi momen bersej...

Yang Ganjil di Makam Bung Karno

​Beberapa waktu lalu, ya, di bulan Juni, tingkat kunjungan ke komplek makam B...

Ulat Sutera Makan ”Godhong Pohong”

program besar Imawan Mashuri membangun jaringan usaha pertanian dan peternaka...

Berkunjung ke Kantor Jawa Pos Kembang Jepun

SETELAH puluhan tahun tak pernah ke Kantor Jawa Pos era 80-an, di Jalan Kemba...

18 Tahun Tenis ''BERSATU''

Berolahraga Sampai Tua (Bersatu) adalah semboyan klub tenis yang latihan Lapa...

Sadar Setelah Kaki Sentuh Tanah

Ada hal lucu saat ikut operasi militer di Aceh. Dari ratusan prajurit yang te...

Delapan Hercules Menuju Sasaran

Operasi militer di Aceh yang menewaskan sekitar 2.000 prajurit maupun sipil p...

Ujung Derita Bupati Raden Mochamad

Sepasang suami istri tua berjalan beriringan di antara deretan batu nisan, di...

Jadilah Perempuan Sejati Indonesia

Dari sekian surat korespondensi Kartini dengan Abendanon, saya terkesan pada ...