Pojok Histori
Delapan Hercules Menuju Sasaran
Operasi militer di Aceh yang menewaskan sekitar 2.000 prajurit maupun sipil p...
Ujung Derita Bupati Raden Mochamad
Sepasang suami istri tua berjalan beriringan di antara deretan batu nisan, di...
Jadilah Perempuan Sejati Indonesia
Dari sekian surat korespondensi Kartini dengan Abendanon, saya terkesan pada ...
Misteri Anggur Merah di Kembang Kuning
Siapa yang pernah mendengar cerita tentang " Misteri Anggur Merah"? Satu dari...
Wajah Beku Sang Wali Negara
Lelaki tua itu berjalan pelan ke arah pelataran Ruko Graha Soetomo di Jalan D...
Darah Perawan di Cemoro Sewu
Inilah kisah kelam masa lalu. Sungguh, cerita duka ini yang terjadi sekitar 6...
Kisah Pilu Si Pantat Bahenol
Membaca tulisan Hendrall Koesnan “Kisah Pilu Si Pantat Bahenol “ saya senyum2...
Beli Taksi, Hasilnya untuk Kuliah Dua Anak
MESKI pensiun dari Jawa Pos 12 tahun yang silam, namun saya baru hengkang dar...
Kisah Pilu Si Pantat Bahenol
Akhirnya setelah lima tahun menyandang predikat wartawan, saya bisa memiliki ...
''Menyadap'' Berita di Kamar Putera Kiai
Kami mencatat cerita mereka dengan tulisan Arab Pegon. Banyak yang terhenyak ...
Banyak Pemalsuan Data Lahan, Warga Berontak
Setelah melalui proses puluhan tahun, akhirya proyek Waduk Nipah, di Kecamata...
''Pak Habibie, Mengapa Anda Pintar?''
Suatu pagi, mbak Oemi, sekretaris redaksi Jawa Pos memanggil, dan menyodorkan...
Balada Sepatu Gosong
Sepatu kecil itu semuanya enam buah. Tapi sungguh tak saya duga sebelumnya. T...
Awas, Berubah Jadi Zuster Ngesot
Laki-laki tua itu berjalan tertatih-tatih menyusuri jalan menurun ke arah Kem...
Jalan Berliku Si Tukang Suntik Kodok
PERCAYALAH! Saya dulu adalah mantri yang suka nyuntik. Tapi nanti dulu. Saya ...
Seduluran Yang Sejati
Tak terasa wadah seduluran Konco Lawas Jawa Pos (CoWas JP) sudah berusia enam...
