Pojok Histori

Profesional, Eksklusif dan Rasa Takut (1)

TAHUN 1983, saya ditugaskan ke Jakarta oleh Jawa Pos untuk kemudian menetap ...

Petunjuk Alam Semesta Menuju Sorga

Sebuah fakta mengejutkan dari dunia teknologi-informasi. Sebuah rahasia yang ...

Mabuk Sampek Elek, Gak Sampek Matek

Mengerikan! Dalam kurun waktu dua hari terakhir Rabu pekan lalu ( 3 Februari...

BATAS "TIDAK MAMPU" KITA TERLALU RENDAH

Kita sering sekali mendengar orang mengatakan MASTATHO'TUM (Semampumu)

Madesunya Media Cetak

Awal 2016 ditandai dengan sebuah kenyataan pahit: koran legendaris ‘’Sinar Ha...

Menyesal, Tak Sempat Belikan Sepatu Ayah

Ini adalah pengalaman pribadi. Ayah saya (Abd. Wachid) meninggal dunia semenj...

Misteri Sembilan Sembilan, Di Balik Pintu Kematian (...

Di samping itu Prof. Hung juga mengemukakan bahwa mengapa pintu kematian seka...

Pak Radi, Legenda Security yang Menangkapku 2 Kali

Siapa yang tidak mengenal sosok yang satu ini, Suradi. Saya dan rekan-rekan l...

Misteri Sembilan Sembilan, Di Balik Pintu Kematian

Masih hangat di telinga kita, Djoko Susilo ( 54 ), mantan Dubes Swiss, meni...

Para Pahlawan JP

KORAN JAWA POS mengalami masa getir sebelum menjadi Imperium Jawa Pos seperti...

Julukan Joko Umbaran Buat Persegres

GEGAP gempita persiapan tim sepakbola Indonesia tahun 1992 begitu membahana d...

Antara Peniti Dahlan dan Gemuruhnya Kebangkitan (2 H...

SUNGGUH, gema kebangkitan Jawa Pos tidak hanya memacu gerak tindakan para awa...

Antara Peniti Dahlan dan Gemuruhnya Kebangkitan

SAHABAT, setiap tanggal 1 Juli, hampir bisa dipastikan di gedung Graha Pena S...

Sepenggal Pesan dari Seorang Sahabat Lama (3-Habis)

MESKI begitu, saya masih tetap kuatir. " Mas (Slamet) ini reuni lho, nek sing...

Sepenggal Pesan dari Seorang Sahabat Lama (2)

MEMANG asyik. Apalagi soto milik Slamet ditemani secangkir kopi susu, yang se...

Sepenggal Pesan dari Seorang Sahabat Lama (1)

”MAS, kapan para mantan Jawa Pos Surabaya reuni? Mumpung sing tuwo-tuwo sik s...