Rosan Roeslani Resmikan Proyek Indonesia Green Industrial Park Morowali: Serap Ribuan Tenaga Kerja dan Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan

Inisiatif strategis ini menjadi tonggak penting dalam mempercepat hilirisasi mineral nasional. Khususnya nikel, sekaligus memperkuat ekosistem industri baterai kendaraan listrik berkelanjutan di Indonesia.

Jul 25, 2026 - 09:48
0
Rosan Roeslani Resmikan Proyek Indonesia Green Industrial Park Morowali: Serap Ribuan Tenaga Kerja dan Dorong Hilirisasi Nikel Berkelanjutan
SKETSA: Kusnin/AI

MENTERI Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, resmi membuka proyek Indonesia Green Industrial Park (IGIP) di Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (22/7/2026). 

Inisiatif strategis ini menjadi tonggak penting dalam mempercepat hilirisasi mineral nasional. Khususnya nikel, sekaligus memperkuat ekosistem industri baterai kendaraan listrik berkelanjutan di Indonesia.
 
IGIP mengembangkan proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi yang dikembangkan PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) dengan kolaborasi internasional. Melibatkan PT Vale Indonesia Tbk, GEM Co. Ltd. dari Tiongkok, serta EcoPro dari Korea Selatan. 

Proyek ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja besar, yakni sekitar 6.000 orang selama masa konstruksi dan 3.600 tenaga kerja dalam tahap operasi. Mencakup bidang penambangan dan pengolahan.
 
Rosan menyoroti bahwa pemerintah mengapresiasi komitmen pemangku proyek dalam memberdayakan masyarakat sekitar melalui pembangunan fasilitas sosial, infrastruktur, serta pelatihan khusus tenaga kerja lokal. 

Pusat riset HPAL juga dibangun dengan tujuan mengakselerasi kemandirian teknologi nasional. "Seluruh inovasi yang dihasilkan akan dipatenkan di Indonesia," ujar Rosan dalam keterangan resmi.
 
Lebih lanjut, program pengembangan sumber daya manusia difokuskan pada pemberian beasiswa di bidang metalurgi bagi talenta nasional serta penguatan kerja sama riset dengan perguruan tinggi dalam negeri. Hal ini menunjukkan bahwa proyek tidak hanya fokus pada aspek industri semata, tetapi turut mendukung pengembangan kapasitas ilmu dan teknologi di tanah air.
 
Dalam momentum peresmian, kedatangan autoclave – peralatan utama dengan kapasitas terbesar yang pernah diaplikasikan di fasilitas HPAL – disambut sebagai simbol kemajuan proyek. Fasilitas ini akan mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik dengan kapasitas produksi sekitar 90 ribu ton kandungan nikel per tahun.
 
Rosan menegaskan bahwa inisiatif HPAL Sambalagi tidak sekadar memenuhi standar yang ada, tetapi menetapkan standar baru dalam hilirisasi mineral. Kolaborasi lintas negara antara Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok secara sinergis memperkuat kedaulatan sumber daya dan membuka peluang kerja luas, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
 
Secara strategis, proyek ini melengkapi rantai nilai industri nikel nasional, dari produksi MHP, nickel sulfate, precursor, cathode active material, hingga baterai kendaraan listrik. 

Dengan demikian, Indonesia bertransformasi menjadi pemain utama dalam rantai pasok global kendaraan listrik, bukan lagi sekadar eksporter bahan mentah.
 
Selain memperhatikan nilai tambah ekonomi, proyek IGIP Morowali menerapkan prinsip keberlanjutan sejak tahap perencanaan, dengan target Net Zero Emissions. Sistem waste heat recovery. Dan, penggunaan energi surya menyokong operasional rendah karbon, selaras dengan komitmen transisi industri hijau nasional.
 
Autoclave dengan volume 1.268 m³, sebagai generasi terbaru dan berkapasitas terbesar ini, menjadi tulang punggung proses pengolahan HPAL. Berdasarkan data dari GEM Co., Ltd., alat ini adalah inovasi terdepan yang memperkuat efektivitas proyek.
 
Penciptaan ekosistem hilirisasi yang lengkap melalui IGIP menjadi gambaran masa depan industri mineral berkelanjutan Indonesia. 

“Kami sedang membangun nilai, kesempatan, dan harapan untuk masyarakat Sulawesi Tengah dan Indonesia,” tutup Rosan optimis.
 
Dengan peresmian ini, IGIP Morowali bukan sekadar proyek industri, tapi juga langkah strategis memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat teknologi dan produksi baterai kendaraan listrik di dunia.

Kesinambungan progres dan dampak positif bagi ekonomi lokal diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan nasional ke depan. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User