TNI dan Polri Bangun 3.395 Jembatan di Pedesaan dan 3.000 Sumber Air Bersih

BAYANGKAN sebuah desa yang selama ini terputus wilayahnya dengan tetangganya. Saat hujan turun, sungai membengkak. Anak-anak terlambat ke sekolah. Orang sakit terlambat sampai ke Puskesmas. Hasil bumi membusuk di kebun karena tak bisa dibawa ke pasar dengan cepat.

Aug 14, 2026 - 15:05
Updated: 24 hours ago
0
TNI dan Polri Bangun 3.395 Jembatan di Pedesaan dan 3.000 Sumber Air Bersih
Anggota Polri dan TNI bersama warga setempat bergotong royong membangun jembatan di pedesaan Bali. (FOTO: tribratanews.polri.go.id)

BAYANGKAN sebuah desa yang selama ini terputus wilayahnya dengan tetangganya. Saat hujan turun, sungai membengkak. Anak-anak terlambat ke sekolah. Orang sakit terlambat sampai ke Puskesmas. Hasil bumi membusuk di kebun karena tak bisa dibawa ke pasar dengan cepat.
 
Kini, jembatan telah berdiri. Air bersih pun telah mengalir. Itulah yang dirasakan ratusan ribu keluarga di seantero negeri pada Kamis 13 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto meresmikan 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih yang dibangun oleh TNI dan Polri. Bukan dari jauh, tapi dari hati yang dekat dengan rakyat.
 
Di Desa Bayah Barat, Kabupaten Lebak, Banten, jembatan yang kini menghubungkan dua desa itu memberi harapan bagi sekitar 8.000 jiwa. Yang dulunya warga harus berjalan berjam-jam, kini tinggal sekejap mata. Yang dulunya berdesak-desakan menyeberangi sungai, kini berjalan tenang menuju masa depan.
 
"TNI adalah Tentara Rakyat. Polri adalah Polisi Rakyat. Lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, memberi yang terbaik untuk rakyat," tegasnya.
 
Dan benar saja. Hingga kini, Polri sendiri telah membangun hampir 900 jembatan di 30 Polda, menghubungkan lebih dari 1.300 desa. Dua juta warga kini merasa lebih dekat, lebih aman, dan lebih dihargai.
 
Motor Listrik: Langkah Hemat untuk Semua
 
Di hari yang sama, Presiden membawa kabar gembira lain bagi setiap rumah tangga. Mulai sekarang, rakyat akan lebih mudah memiliki Motor Listrik Nasional. Cicilannya akan ringan, bunganya rendah, dan bahkan tanpa uang muka.
 
"Penghematannya bisa mencapai 50 hingga 70 persen. Bayangkan, uang yang dulu habis untuk beli bensin setiap hari, kini bisa ditabung untuk kebutuhan lain," kata Presiden ke 8 Indonesia ini.
 
Presiden juga bercanda namun penuh makna: terus menggunakan motor bensin berarti terus membiarkan devisa negara mengalir keluar ratusan triliun rupiah setiap tahun. Padahal uang itu seharusnya kembali untuk membangun jembatan, sekolah, dan air bersih bagi kita semua.
 
"Nanti ada pajak karbon. Di kota-kota besar dunia, motor bensin mulai tidak diperbolehkan masuk. Mari kita beralih demi kebaikan bersama," pungkasnya.
 
Hari itu, rakyat Indonesia menerima dua hal berharga sekaligus: jembatan yang memudahkan langkah hari ini, dan motor listrik yang meringankan beban masa depan.
 
Keduanya lahir dari satu keinginan yang sama: agar rakyat semakin mandiri, semakin sejahtera, dan semakin berdaulat. Jembatan menghubungkan tubuh kita. Energi bersih membebaskan masa depan kita.
 
Itulah makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Bukan sekadar bebas dari penjajahan, melainkan mampu membangun jalan sendiri, mampu mengelola kekayaan sendiri, dan mampu menyelamatkan uang rakyat untuk kepentingan rakyat sendiri. 

Semoga jembatan-jembatan itu tak hanya menyambungkan desa ke desa, tetapi juga menyambungkan harapan menjadi kenyataan. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User