Berbekal Hafalan 20 Juz, Aisyah Husna Raih Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag

DI TENGAH hiruk-pikuk persaingan beasiswa, ada kisah yang membuktikan: bahwa ketekunan menghafal firman Allah tak hanya menyucikan hati, tapi juga membuka pintu ilmu seluas-luasnya. 

Aug 06, 2026 - 10:46
0
Berbekal Hafalan 20 Juz, Aisyah Husna Raih Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag
Aisyah Husna Az-Zahra. (FOTO: Dok Istimewa)


 
DI TENGAH hiruk-pikuk persaingan beasiswa, ada kisah yang membuktikan: bahwa ketekunan menghafal firman Allah tak hanya menyucikan hati, tapi juga membuka pintu ilmu seluas-luasnya. 

Aisyah Husna Az-Zahra, alumnus Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Tahfizhul Qur’an Yayasan Islamic Centre Sumatera Utara, kini berhak melanjutkan studi Magister (S2) Psikologi Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Ia lolos seleksi ketat Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama Tahun 2026.
 
Keberhasilan ini bukan kebetulan. Sejak duduk di bangku kelas X hingga XII, Aisyah konsisten menyabet Juara I. Di samping prestasi akademik, putri dari Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sumut, Yakhman Hulu, ini juga tuntas menyelesaikan hafalan 20 juz Al-Qur’an. Enam tahun menempuh pendidikan di lingkungan pesantren, mulai dari MTs hingga MA, membentuk kedisiplinan yang menjadi kunci kemenangannya.
 
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas amanah yang Allah SWT berikan melalui Beasiswa Indonesia Bangkit. Awalnya saya tidak menyangka sampai di titik ini. Bagi saya, beasiswa ini bukan sekadar kesempatan lanjut studi, tapi juga bukti bahwa doa, ikhtiar, dan proses yang sungguh-sungguh akan berbuah hasil di waktu terbaik,” ujar Aisyah dengan mata berbinar, Rabu (5/8/2026).
 
Ia tak lupa berterima kasih kepada orang tua, para guru, dan keluarga besar Yayasan Islamic Centre Sumut yang mendidik dengan penuh keikhlasan. “Keberhasilan ini mengajarkan tak ada hasil yang instan. Butuh persiapan matang, keberanian mencoba, dan kesabaran melewati setiap tahapan seleksi,” tambahnya seperti yang diunggah situs resmi Kemenag Sumut.
 
Pesan sederhana namun mendalam ia sampaikan bagi rekan sesama santri dan generasi muda: “Teruslah belajar, tingkatkan kapasitas diri, dan jangan menyerah jika menghadapi penolakan. Setiap proses yang dijalani dengan ikhlas akan menjadi bekal berharga.” pesan Aisyah.
  
Apresiasi Dan Harapan
 
Mewakili Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumut, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Dahyar Husein menyambut gembira capaian ini. Ia menegaskan keberhasilan Aisyah membuktikan integrasi nilai agama dan akademik mampu melahirkan lulusan berdaya saing tinggi.
 
“Beasiswa Indonesia Bangkit adalah instrumen strategis pemerintah. Ia membuka akses pendidikan tinggi bagi mereka yang berintegritas dan berkarakter. Semoga kisah Aisyah menginspirasi santri dan pelajar lain untuk memanfaatkan peluang yang ada,” ungkap Dahyar.
 
Senada disampaikan ayahnya sekaligus Ketua APRI Sumut, Yakhman Hulu. Menurutnya, program ini menghapus hambatan ekonomi bagi anak-anak yang ingin meraih cita-cita. “Jangan ragu mendorong anak lanjut pendidikan setinggi-tingginya. Pendidikan adalah warisan terbaik yang bisa kita berikan,” pesannya.
 
Kunci Kesuksesan Yang Langgeng
 
Kisah Aisyah memberikan pelajaran berharga. Pertama, kedisiplinan dalam menuntut ilmu agama terbukti menjadi fondasi kuat bagi prestasi dunia. Nilai-nilai sabar, tekun, dan tanggung jawab yang ditanam di pesantren teruji saat menghadapi tantangan seleksi. 

Kedua, beasiswa BIB Kemenag menjawab kebutuhan nyata: meratakan akses pendidikan sekaligus menjaga karakter bangsa. Ketiga, dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan yang saling menguatkan menjadi energi tak ternilai bagi anak muda untuk berani bermimpi besar.
 
Dengan hafalan 20 juz di dada dan semangat belajar yang tak pernah padam, Aisyah Husna membuktikan bahwa santri juga bisa menjadi pemimpin masa depan di berbagai bidang ilmu. Semoga langkahnya di Bandung nanti membawa manfaat luas, bagi ilmu psikologi pendidikan, bagi kemajuan lembaga tempat ia belajar, dan bagi seluruh anak bangsa. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User