Syair "Hari Berbangkit" Rhoma Irama dan Kesesuaiannya dengan Yaumul Ba'ts
RHOMA IRAMA, sang Raja Dangdut, menjadikan musiknya sebagai mimbar dakwah. Salah satu karyanya yang paling sarat akidah adalah "Hari Berbangkit".
Liriknya yang sederhana ternyata menyimpan rangkuman utuh tentang Yaumul Ba'ts — hari kebangkitan manusia dari kuburnya untuk menghadap Allah SWT.
1. Kepastian Datangnya Hari Kebangkitan
"Hari berbangkit, hari yang pasti 'kan datang, kawan"
QS. Al-Hajj [22]: 7: "Hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan Allah akan membangkitkan semua orang di dalam kubur."
Hadits: "Kalian akan dibangkitkan, tidak ada satu pun yang tertinggal, bahkan yang mati di dasar laut sekalipun." (HR. Ahmad)
2. Semua Amal Diperlihatkan
"Di hari itu semua amal diperlihatkan... pahala dan dosa diperlihatkan"
QS. At-Taghabun [64]: 7: "Kepada kamu akan diberitakan apa yang telah kamu kerjakan."
Hadits: "Apa yang kalian kerjakan pasti diperlihatkan. Yang berbuat baik melihatnya, yang berbuat buruk melihatnya." (HR. Bukhari)
3. Hari yang Mencekam
"Hari berbangkit, hari yang teramat mendebarkan... hiruk-pikuk memecah telinga... semua manusia gundah-resah"
QS. Yasin [36]: 52: "Mereka berkata: 'Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami?'"
Hadits: "Matahari sejauh satu mil. Manusia berkeringat sesuai amalnya." (HR. Muslim)
4. Tak Ada yang Bisa Menolong
"Sang ibu lari dari anaknya, tak seorang pun yang dapat menolong sesamanya"
QS. 'Abasa [80]: 34–37: "Seseorang lari dari saudaranya, ibunya dan bapaknya... setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri."
Hadits: "Anak tidak berguna bagi bapak, bapak tidak berguna bagi anak. Tidak ada yang bisa menolong, kecuali orang beriman." (HR. Bukhari)
5. Semua Diperhitungkan
"Tak 'kan luput sedetik pun perbuatan, semua diperhitungkan"
Termaktup dalam
QS. Az-Zalzalah [99]: 7–8
"Maka barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan keburukan sebesar zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya."
QS. Al-Kahfi [18]: 49
"Dan tidak ada satu pun yang tertinggal, baik yang kecil maupun yang besar, melainkan semuanya tercatat."
Semua amal — sekecil apa pun, tersembunyi apa pun — dicatat, dihitung, dan dibalas dengan sempurna oleh Allah SWT. Tidak ada yang luput, tidak ada yang terlewat.
Hadits: "Jangan remehkan kebaikan sekecil apa pun, jangan takut pada dosa sekecil apa pun. Semuanya dicatat, bahkan semut pun ditimbang." (HR. Ahmad)
6. Tobatlah Sebelum Terlambat
"Bila nyawa sudah di kerongkongan, tertolak penyesalan... tobatlah dan beriman selagi masih ada kesempatan"
Termaktup dalam QS. An-Nisa [4]: 17–18
"Sesungguhnya tobat itu diterima Allah bagi orang-orang yang melakukan kejahatan karena kebodohan, kemudian mereka segera bertobat. Maka mereka itulah yang diterima tobatnya oleh Allah. Dan tidaklah tobat itu diterima dari orang-orang yang terus-menerus melakukan kejahatan, hingga apabila datang ajal kepada salah seorang dari mereka, ia berkata: 'Sesungguhnya aku bertaubat sekarang,' dan tidak pula (diterima tobatnya) dari orang-orang yang mati dalam keadaan kafir."
QS. Al-Mu'minun [23]: 99–100
"Hingga apabila kematian datang kepada salah seorang dari mereka, ia berkata: 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku, supaya aku dapat mengerjakan amal yang saleh pada apa yang telah aku tinggalkan.' Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada sekat yang menembus sampai hari kiamat."
QS. At-Tahrim [66]: 8
"Dan bertobatlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya tobat. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu."
Intinya: Pintu tobat senantiasa terbuka selama nyawa masih berhembus. Namun ketika ajal sudah di depan mata — nyawa di kerongkongan — penyesalan dan permohonan tobat tidak lagi berguna. Maka bertobatlah hari ini, bukan nanti.
Hadits: "Allah menerima tobat hamba selama nyawa belum sampai ke kerongkongan." (HR. Tirmidzi)
Penjelasan :
Lagu ini bukan sekadar syair — ia adalah kandungan yang disitir dari kitab akidah yang dinyanyikan. Setiap baitnya selaras sempurna dengan Al-Qur'an dan Hadits: kepastian hari berbangkit, pertanggungjawaban amal, kedahsyatan suasana hari itu, ketiadaan penolong selain Allah, dan seruan bertobat selagi masih ada kesempatan.
Rhoma Irama berhasil menyampaikan kebenaran akidah melalui bahasa rakyat yang mudah dipahami. Lagu ini bukan sumber ajaran, melainkan pengingat. Sumber utama kita tetaplah Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Nabi SAW bersabda: "Bersedialah untuk duniawimu seolah kamu hidup selamanya, dan bersiaplah untuk akhiratmu seolah kamu mati besok." (HR. Baihaqi)
Hari berbangkit itu pasti datang. Tidak ada harta, tidak ada anak, tidak ada status yang bisa menolong. Yang tersisa hanyalah amal yang telah kau kirimkan mendahului. Maka perbaiki dirimu selagi pintu tobat masih terbuka.
Syair "Selagi masih ada kesempatan, tobatlah dan beriman." — Inilah pesan terserius sekaligus terindah dari lagu ini. Semoga kita tidak termasuk golongan yang celaka pada hari berbangkit kelak. Wallahu A'lam Bisshawab. (*)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0

Comments (0)