Jelang Muktamar NU ke-35, Gus Ipul dan Gus Kikin Siapkan Kenyamanan, dan Serukan Kembali ke Muassis
LANGKAH KAKI menyusuri lorong penginapan, tampak kasur yang tertata rapi, hingga terdengar teriakan semangat yang bergema di udara. Begitulah gambaran persiapan penuh kasih menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, 27-30 Agustus 2026.
LANGKAH KAKI menyusuri lorong penginapan, tampak kasur yang tertata rapi, hingga terdengar teriakan semangat yang bergema di udara. Begitulah gambaran persiapan penuh kasih menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, 27-30 Agustus 2026.
Ketua Pelaksana Muktamar sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) meninjau langsung kesiapan tempat menginap para peserta. Turut mendampingi Ketua Panitia Lokal KH Abdurrozaq Sholeh dan Ketua Majelis Pengasuh PPBU KH M Hasib Wahab.
Bukan sekadar menumpang tidur, panitia menyiapkan akomodasi setara layanan terbaik. Di setiap kamar sudah tersedia kasur lengkap, seprai bersih, bantal empuk, dan pendingin ruangan. Bahkan Gus Ipul tak segan mencoba sendiri kenyamanan kasur yang nanti dipakai ribuan peserta.
"Kita harus membuat muktamirin nyaman. Makanya kita sediakan kasur ini," ujar Gus Ipul dengan senyum tulus. "Setiap kamar nanti ada petugas khusus, mulai menyediakan kebutuhan hingga menjaga kebersihan," ungkap Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, secara keseluruhan telah disiapkan 3.000 unit kasur: 2.000 dari PBNU dan 1.000 bantuan Pemprov Jatim. Ditambah 300 unit AC yang dipasang, semuanya akan siap sepenuhnya menjelang pertengahan Agustus.
Teriakan Yang Membalik ke Asal-usul
Usai meninjau lokasi, momen menyentuh hati terjadi. Bersama Gus Kikin, Gus Hasib, dan Gus Rozaq, mereka berteriak kompak:
"Kembali ke Muassis! Muktamar ke-35. Gembira, berkah, berkah, berkah. Alhamdulillah!"
Seruan ini bukan sekadar yel-yel. Ini adalah jiwa pertemuan kali ini. Muktamar digelar di Tambakberas, tanah kelahiran dan perjuangan KH Wahab Hasbullah — salah satu pendiri utama NU. Kembali ke sini berarti kembali pada semangat awal: kesederhanaan yang bermakna, pengabdian yang tulus, dan persaudaraan yang tak terputus.
Ulasan dan Analisis
Ada makna dalam di tiap langkah persiapan ini:
1. Pelayanan yang menghormati tamu Allah: Menyambut peserta dengan sebaik-baiknya adalah cerminan budaya santri yang ramah dan menghargai sesama.
2. Kembali ke akar untuk melangkah ke depan: Di tengah dunia yang terus berubah, NU mengajak untuk tak melupakan siapa pendirinya dan semangat apa yang diwariskan.
3. Sinergi tanpa batas: Dukungan PBNU, PWNU, pesantren, dan pemerintah daerah menunjukkan bahwa persaudaraan NU menyatukan segala elemen demi kebaikan bersama.
Gus Kikin pun menegaskan dukungan penuh: "Kami siap membantu apa pun yang dibutuhkan hingga hari H nanti." ungkapnya mantab.
Jadi, tiga minggu ke depan ribuan orang akan berkumpul di sini. Mereka datang membawa harapan, membawa amanah umat. Dan di sini, di tanah yang dirawat dengan cinta, mereka akan menemukan kenyamanan raga sekaligus ketenangan jiwa.
Semoga seruan "Kembali ke Muassis" bukan sekadar kata yang terucap, tapi juga semangat yang hidup dalam setiap keputusan. Semoga Muktamar ke-35 Tambakberas lahir membawa berkah, membawa kebaikan, dan menjadikan NU semakin rapi, semakin kokoh, dan semakin bermanfaat bagi agama serta bangsa. Wallahu A'lam Bisshawab. (*)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0

Comments (0)