Indonesia Berburu Talenta Terbaik dari Sekolah, Lomba Kompetensi Siswa Dikmen 2026 Resmi Dimulai
PERUBAHAN dunia kerja yang semakin cepat menuntut lahirnya talenta-talenta unggul yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026.
Lomba dilaksanakan di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Senin (27/7). Kegiatan ini merupakan ajang untuk menemukan, mengembangkan, dan mengakselerasi talenta terbaik Indonesia sejak bangku sekolah.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa LKS merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem manajemen talenta yang berkelanjutan. Melalui ajang ini, talenta-talenta terbaik dari seluruh Indonesia tidak hanya dipetakan, tetapi juga dibina untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
“LKS bukan sekadar perlombaan yang menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, LKS merupakan wahana untuk membangun budaya mutu, budaya inovasi, budaya kerja profesional dan budaya belajar yang berorientasi pada standar kompetensi nasional maupun internasional," ungkap Dirjen Tatang.
Ia menambahkan, para peserta terbaik akan memperoleh pembinaan lanjutan sebagai bagian dari persiapan mengikuti berbagai kompetisi. Seperti ASEAN Skills Competition, WorldSkills Asia, dan WorldSkills International.
"Kita berharap semakin banyak talenta Indonesia mampu mengharumkan nama bangsa di panggung dunia," tambahnya.
JUMLAH PESERTA HAMPIR 10.000 SISWA
Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional Maria Veronica Irene Herdjiono melaporkan bahwa penyelenggaraan LKS Dikmen 2026 menunjukkan antusiasme yang semakin tinggi. Tahun ini jumlah pendaftar mencapai 9.942 peserta, meningkat 26,43 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebanyak 7.741 peserta.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.121 peserta berhasil melaju ke tingkat nasional atau sekitar satu finalis dari setiap sembilan pendaftar.
LKS Dikmen 2026 juga menghadirkan 37 ajang lomba dan satu ekshibisi baru kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Kompetisi diselenggarakan secara hybrid, terdiri atas 19 cabang yang berlangsung daring dan satu ekshibisi KA/AI yang digelar luring di Jakarta dan Banten.
Berbeda dengan kompetisi pada umumnya, LKS tidak hanya menguji penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga mengasah ketelitian, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, komunikasi, dan kolaborasi. Kehadiran ekshibisi KA/AI menjadi penanda bahwa pendidikan harus mampu bergerak mengikuti perkembangan teknologi.
Melalui bidang tersebut, Kemendikdasmen mendorong peserta didik tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
LKS juga menjadi ruang bagi murid-murid terbaik dari berbagai provinsi untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Melalui ajang ini, Kemendikdasmen berharap semakin banyak talenta muda Indonesia yang tumbuh, saling menginspirasi, serta siap mengharumkan nama bangsa pada berbagai kompetisi di tingkat regional maupun internasional.
Penyelenggaraan LKS 2026 merupakan wujud semangat partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Ajang ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid dan Kepmendikdasmen Nomor 16 Tahun 2026 tentang Standar Penyelenggaraan Ajang Talenta Murid. (Ita Siti Nasyi'ah)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0

Comments (0)