PWI Pusat Keberatan  Pernyataan Advokat Hotman Paris yang Merendahkan Wartawan

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyatakan keprihatinan terhadap pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea yang dianggap melecehkan profesi wartawan saat memberikan keterangan di Kejaksaan Agung.

Jul 19, 2026 - 20:54
0
PWI Pusat Keberatan  Pernyataan Advokat Hotman Paris yang Merendahkan Wartawan
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir. (FOTO: ANTARA/HO-Dok. Pribadi)

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyatakan keprihatinan terhadap pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea yang dianggap melecehkan profesi wartawan saat memberikan keterangan di Kejaksaan Agung. PWI menegaskan pentingnya menghormati profesi pers demi menjaga kemerdekaan dan kehormatan jurnalistik sesuai Undang-Undang Pers.

Ucapan Hotman Paris Hutapea yang merendahkan martabat wartawan itu begini: "lu punya otak enggak?" kepada wartawan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung pada Jumat, 17 Juli 2026. 

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengatakan, bertanya kepada narasumber adalah bagian penting dari tugas wartawan. "Narasumber boleh menjawab atau menolak. Tapi harus tetap menghormati wartawan dan menjaga etika," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).
 
Munir menegaskan, tidak ada alasan merendahkan wartawan. Wartawan bekerja untuk kepentingan publik dan dilindungi undang-undang.
 
PWI menghormati hak advokat membela kliennya. Namun, pembelaan tidak boleh melecehkan atau mengintimidasi wartawan. Sikap PWI murni untuk melindungi martabat profesi dan kebebasan pers.
 
Advokat dan wartawan sama-sama punya peran penting dalam demokrasi. Advokat membela klien. Wartawan menyampaikan informasi yang benar dan bertanggung jawab. Keduanya harus saling menghormati.
 
PWI minta Hotman Paris klarifikasi dan minta maaf karena kata-katanya merendahkan wartawan. Ini penting untuk menjaga hubungan baik dan iklim demokrasi sehat.
 
“Kritik boleh, tapi harus santun dan profesional,” kata Munir.
 
PWI ingatkan wartawan tetap profesional sesuai kode etik jurnalistik. Organisasi siap membela wartawan dari intimidasi ➕ ancaman.
 
PWI ajak profesi lain membangun budaya komunikasi yang saling menghormati. Itu kunci menjaga kebebasan pers dan hak masyarakat memperoleh informasi.
 
“Pers merdeka harus bebas dari intimidasi. Menghormati wartawan berarti menghormati hak masyarakat,” tutup Munir.
 
PWI siap membela kemerdekaan pers dan martabat wartawan. Mereka harus bisa bekerja tanpa tekanan dan pelecehan. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User