Tangis Haru Orang Tua Mengiringi Pelantikan 1.204 Lulusan IPDN Angkatan XXXIII
LAPANGAN PARADE IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, penuh haru. Ribuan orang tua menyaksikan pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII.
Jumlah lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 yang dilantik menjadi Pamong Praja Muda sebanyak 1.204 orang.
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara sakral ini. Air mata bahagia membasahi wajah mereka. Putra-putri tercinta kini siap mengabdi pada negara.
Winoto Hadi adalah ayah Aji Bayu Ramadhan.
Aji meraih predikat lulusan terbaik.“Kami sangat bangga,” ujar Winoto.
“Dengan segala keterbatasan, anak kami sampai di titik ini.” tambahnya.
Sejak kecil, Aji dididik disiplin tinggi. Ia aktif di Pramuka, olahraga, dan berorganisasi.
“Semoga Aji bisa kuliah ke luar negeri,” harapnya.
"Memperdalam ilmu demi melayani rakyat,” katanya.
Wartoyo dan Siti Sofiyah bekerja sebagai buruh tani. Anaknya, Mohamad Toriq Anwar, masuk 10 besar lulusan terbaik.
“Tak menyangka anak kami bisa sejauh ini,” kata Wartoyo. “Mohon bimbingan Bapak Presiden. Semoga ia setia mengabdi.”
Abu Muhammad dan Yuliastin pun tak kuasa menahan haru.
Putrinya Siti Ifadoh juga menjadi lulusan terbaik.
“Haru dan bangga jadi satu,” ucap mereka.
“Kami tak pernah membayangkan ia bisa seberhasil ini,” ungkap Abu Muhammad.
Presiden: Ini Bukti NKRI Berjalan Adil
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan kabar istimewa.
“Saya mendapat laporan langsung,” katanya tegas.
“Sepuluh lulusan terbaik berasal dari latar belakang sederhana. Ada anak buruh, anak petani, hingga anak bintara TNI,” ungkap Presiden.
“Ini bukti seleksi IPDN berjalan murni dan adil.
Kesempatan sama terbuka lebar bagi semua anak bangsa. Bukan soal siapa orang tuanya, melainkan apa kemampuannya,” ungkap Presiden.
Presiden menegaskan semangat meritokrasi.
“Negara ini dipimpin oleh yang terbaik, yang berprestasi. Anak buruh hari ini bisa jadi pemimpin hebat esok hari. Ini bukti nyata Pancasila dan NKRI sungguh memberi harapan setara bagi semua!,” pungkasnya.
Di balik setiap prestasi, ada doa dan perjuangan keluarga. Pelantikan ini bukan sekadar serah terima tugas. Ini pesan abadi:
Di Indonesia, masa depan ditentukan usaha dan bakat, bukan latar belakang. Wallahu A'lam Bisshawab. (*/Imam Kusnin Ahmad)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0

Comments (0)