Di Jatim, Peningkatan Kemampuan Digital (AI) di Kalangan UMKM Jadi Fokus Utama

Jul 30, 2026 - 16:11
0
Di Jatim, Peningkatan Kemampuan Digital (AI) di Kalangan UMKM Jadi Fokus Utama
Imam Fahamsyah saat memberi penjelasan di Raker AMSI Jatim. (FOTO: AMSI Jawa Timur)

PEMANFAATAN kecerdasan buatan (AI) di Jawa Timur (Jatim) masih sangat rendah. Data terbaru menunjukkan hanya 18,2 persen masyarakat yang aktif menggunakan AI dalam kehidupan sehari-hari. 

Kondisi ini menyulut pertanyaan besar terkait kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi di wilayah ini.
 
Dalam Rapat Kerja Wilayah Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI Jatim) 2026, pemerintah mengungkap fakta tersebut. Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Statistik Kominfo Jatim, Imam Fahamsyah, mengatakan, “Penguatan kapasitas seperti yang dilakukan hari ini menjadi implementasi nyata agar media, pelaku UMKM, dan masyarakat semakin siap memanfaatkan AI dalam mendukung produktivitas serta menghadapi transformasi digital."
 
Menurut Imam, Jatim adalah penyumbang ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa. Kontribusinya mencapai 25,16 persen terhadap perekonomian Jawa dan 14,4 persen terhadap ekonomi nasional. 

Pertumbuhan ekonomi tahun 2026 sebesar 5,96 persen, lebih tinggi dari angka nasional yang 5,61 persen. Sektor ekonomi kreatif juga tumbuh pesat, hingga 6,86 persen. Kontribusi ekspor nonmigas dari sektor ini mencapai 10,82 persen pada kuartal pertama 2026.
 
Meski demikian, rendahnya penggunaan AI menandakan ada persoalan besar yang harus diatasi. Keterbatasan literasi digital, akses teknologi yang belum merata, serta kesiapan mental dan budaya menjadi tantangan utama yang menghambat transformasi digital.
 
Penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kemampuan digital pada UMKM menjadi fokus utama. Kominfo bekerja sama dengan media siber AMSI menggelar pelatihan dan edukasi. Seminar ini mempertemukan akademisi, praktisi media, dan pelaku usaha untuk mencari solusi bersama.
 
Analisis menunjukkan, tanpa perubahan pola belajar dan kebijakan inklusif, Jatim berisiko tertinggal dalam era digital. Transformasi bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal manusia dan sistem pendukungnya. 

Jika kesenjangan digital tak segera diatasi, ketimpangan sosial dan ekonomi akan semakin lebar.
 
Kritik terbuka ini menjadi panggilan bagi semua pihak. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media harus bersinergi mempercepat literasi dan akses teknologi AI.
 
Hanya dengan kerja sama yang kuat, Jatim dapat mengejar ketertinggalan dan membangun ekonomi digital yang inklusif dan kompetitif. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User