Enam Tokoh Agama , Doa Bersama 100 Ribu Rakyat di Monas Buka Rangkaian Perayaan Kemerdekaan RI

SABTU Sabtu malam, 1 Agustus 2026, kawasan Monumen Nasional (Monas) berubah menjadi rumah besar bagi seluruh anak bangsa. Lebih dari 100 ribu jemaah dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama berkumpul khidmat dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan.

Aug 02, 2026 - 10:44
0
Enam Tokoh Agama , Doa Bersama 100 Ribu Rakyat di Monas Buka Rangkaian Perayaan Kemerdekaan RI
Zikir dan Doa Kebangsaan bersama di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu malam, 1 Agustus 2026. (FOTO: BPMI Setpres)

SABTU Sabtu malam, 1 Agustus 2026, kawasan Monumen Nasional (Monas) berubah menjadi rumah besar bagi seluruh anak bangsa. Lebih dari 100 ribu jemaah dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama berkumpul khidmat dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan.

Acara ini membuka rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
 
Suasana penuh damai menyelimuti lapangan luas itu. Acara dimulai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an Surat Ar-Rahman, khatmil Qur'an, hingga lantunan shalawat kebangsaan yang menggema menyatu dengan doa dari setiap keyakinan.
 
ENAM TOKOH AGAMA BERGANTIAN PIMPIN DOA
 
Enam tokoh lintas agama bergantian memimpin doa bersama: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, hingga Konghucu. Semua memanjatkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan, dan berdoa agar Indonesia senantiasa dilindungi, bersatu, dan sejahtera.
 
Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar menyebut momen ini sebagai bukti nyata kekuatan spiritual bangsa.
 
"Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Bangsa yang besar tidak hanya dibangun tenaga, tapi juga doa dan kerukunan," kata Menag Prof Nasruddin Umar.
 
Para pemuka agama pun menyuarakan harapan yang senada:
 
-Romo Agustinus Heri Wibowo: Doa adalah fondasi hidup bangsa yang religius, agar segala upaya kita mendapat restu Tuhan.

-Pinandita Gede Pastika: Keberagaman bukan sekadar perbedaan, melainkan harmoni indah yang menyatukan kita semua.

-Bhikkhu Bhadranatha Thera: Cinta kasih dan nilai Pancasila adalah perekat yang membuat persatuan Indonesia semakin indah.

-Xs. Budi S. Tanuwibowo: Kita bagaikan orkestra berbeda alat musik, namun menyanyikan satu lagu persaudaraan bernama Indonesia.

-Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty: Warisan pendiri bangsa yang memandang kita setara tanpa sekat harus terus dijaga untuk keutuhan negeri.
 
Doa dan Dzikir di Monas ini bukan sekadar seremonial menjelang hari kemerdekaan. Ini adalah pengingat bahwa:
 
1. Persatuan adalah anugerah sekaligus tanggung jawab. Keberagaman Indonesia adalah kekuatan terbesar yang harus dirawat hati-hati, bukan dijadikan sumber perpecahan.

2. Spiritualitas menyatukan langkah. Setiap agama mengajarkan kebaikan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama —itulah benang merah yang menyatukan kita.

3. Doa dan kerja berjalan beriringan. Memohon pertolongan Tuhan harus dibarengi dengan usaha nyata membangun negeri yang adil dan makmur.
 
Menjadi Lukisan Terindah Dunia
 
Di usia ke-81, Indonesia berdiri tegak sebagai bukti bahwa perbedaan bisa hidup berdampingan secara damai. Seperti dikatakan Menteri Agama, kita adalah "lukisan paling indah" ciptaan Tuhan yang harus dijaga bersama.
 
Semoga doa yang terpanjat malam ini menjadi energi baru. Semoga kita senantiasa menjaga Bhinneka Tunggal Ika, menuju Indonesia yang damai, rukun, dan menjadi pusat peradaban dunia yang penuh kebaikan. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User