Masuk Abad Kedua NU, Perhimpunan Dokter NU Jatim Siap Mandiri, Berdaya, dan Berjaya

Sep 03, 2026 - 05:36
0
Masuk Abad Kedua NU, Perhimpunan Dokter NU Jatim Siap Mandiri, Berdaya, dan Berjaya
Ketua PW PDNU Jatim, dr. H. A. Hamid Nawawi, Sp.A didampingi Mbak Yenny Wahid silaturahim di rumah KH Abdul Hakim Mahfud (Gus Kikin). (FOTO: Istimewa)

MUKTAMAR KE-35 Nahdlatul Ulama menandai dimulainya babak baru perjalanan organisasi menuju Abad Kedua. Tidak hanya mengandalkan kebesaran jumlah anggota, tetapi dituntut untuk tumbuh lebih kuat, mandiri, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan umat. 

Menyikapi hal tersebut, Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Jawa Timur (Jatim) menyatakan kesiapan penuh untuk turut memperkuat khidmat NU, khususnya di sektor kesehatan.
 
Ketua PW PDNU Jatim, dr. H. A. Hamid Nawawi, Sp.A., menegaskan bahwa momen ini harus menjadi titik lompatan besar. Fokusnya bukan sekadar mempertahankan warisan satu abad pertama, tetapi juga harus berani menciptakan kekuatan baru yang lebih berdaya.
 
"Siap menyaksikan dan menjadi bagian dari kemenangan NU di Abad Kedua. PDNU siap mandiri, berdaya, dan berjaya," tegas dr. Hamid di Jombang, Selasa (1/9/2026).
 
Kemandirian organisasi di bidang kesehatan diwujudkan melalui penguatan sumber daya manusia, pemaduan jejaring dokter Nahdliyin, peningkatan pelayanan, pendidikan kedokteran, serta kolaborasi strategis dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan di lingkungan NU.
 
PDNU memiliki potensi besar berupa jaringan dokter yang tersebar di rumah sakit, puskesmas, klinik, perguruan tinggi, hingga pemerintahan. Namun, kekuatan ini harus dikonsolidasikan agar tidak berjalan sendiri-sendiri. 

PDNU Jatim menekankan pentingnya soliditas jejaring agar mampu bergerak cepat dan menyusun program berkelanjutan yang menyentuh akar rumput —bukan hanya saat bencana atau kegiatan besar terjadi.
 
Menghadapi tantangan kesehatan masa depan —mulai dari penyakit tidak menular, stunting, kesehatan ibu dan anak, lansia, hingga adaptasi teknologi medis seperti digitalisasi dan kecerdasan buatan— dr. Hamid mendorong para dokter NU untuk tidak hanya menjadi penonton, tapi juga menjadi penentu arah perubahan.
 
Profesionalisme medis harus berjalan beriringan dengan nilai kepedulian sosial dan karakter khas NU. PDNU juga mengajak kolaborasi lintas sektor: pesantren, perguruan tinggi, rumah sakit, pemerintah, dan dunia usaha membangun ekosistem kesehatan yang kokoh.
 
"Kejayaan organisasi tidak diukur dari seberapa besar namanya, melainkan seberapa besar manfaat yang diberikan," tambahnya. (Imam Kusnin Ahmad)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User