Ning Lia Tokoh Politik Idola Gen Z

KAMIS malam 30 Juli 2026 di Vasa Hotel Surabaya, satu nama bersinar terang. Yaitu Dr. Hj. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I. Beliau anggota DPD RI asal Jawa Timur (Jatim) yang akrab disapa Ning Lia.

Aug 01, 2026 - 10:51
0
Ning Lia Tokoh Politik Idola Gen Z
Dr. Hj. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I. senator muda asal Jawa Timur. (FOTO: Istimewa)

KAMIS malam 30 Juli 2026 di Vasa Hotel Surabaya, satu nama bersinar terang. Yaitu Dr. Hj. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I. Beliau anggota DPD RI asal Jawa Timur (Jatim) yang akrab disapa Ning Lia.

Ning Lia menerima penghargaan sebagai Tokoh Politik Idola Gen Z dalam ajang Radar Surabaya Award 2026.
 
Bukan sekadar piala atau selembar piagam. Penghargaan ini adalah suara dari mereka yang kerap dianggap "asing" dalam dunia politik, yaitu Generasi Z. 

Ini bukti bahwa politik tak harus kaku, tak harus berjarak, dan tak harus berbicara bahasa yang tak dipahami anak muda.
 
Penghargaan Adalah Amanah, Bukan Mahkota
 
Bagi Ning Lia, apresiasi ini bukan garis akhir, melainkan awal langkah lebih cepat.
 
“Penghargaan ini bukan kemenangan pribadi. Ini amanah. Semakin banyak yang percaya, semakin besar tanggung jawab untuk mendengar, bekerja, dan memberi manfaat lebih luas,” ucapnya dengan mata berbinar.
 
Ia mengucapkan terima kasih tulus kepada Radar Surabaya Group, Radar Sidoarjo, hingga Radar Gresik. Menurutnya, momen ini sekaligus pengingat penting: demokrasi tak akan berjalan kokoh jika generasi muda hanya diam menonton.
 
“Gen Z adalah modal sosial terbesar bangsa. Kalau mereka apatis, masa depan kita ragu. Kalau mereka berperan, Indonesia tak terhentikan,” tegasnya.
 
Politik Tanpa Jarak, Politik Untuk Semua
 
Selama mengabdi, Ning Lia tak pernah berjarak. Ia turun ke pesantren, bertemu pelajar, duduk bersama komunitas, berdiskusi dengan pelaku usaha muda. Isu pendidikan, pemberdayaan perempuan, UMKM, literasi digital, hingga potensi pemuda, semuanya menjadi perhatiannya.
 
Ia ingin mengubah pandangan: politik bukan cuma soal jabatan atau kekuasaan. Politik adalah cara kita berbuat baik, merawat sesama, dan membuka ruang bagi siapa saja yang ingin berkarya.
 
“Anak muda tidak butuh janji manis. Mereka butuh ruang, butuh didengar, dan butuh contoh nyata. Mereka harus berani mengambil posisi strategis, bukan sekadar penonton sejarah,” ujarnya.
 
Di kesempatan itu, Ning Lia juga menyapa Radar Surabaya yang genap berusia 25 tahun —usia perak. Ia kagum pada konsistensi media ini: tetap teguh pada prinsip good news for society di tengah derasnya arus berita sensasional.
 
“Di dunia yang sering menjadikan berita buruk sebagai cara viral, Radar tetap memilih jalan berbeda. Tetap menjaga kebaikan, tetap membawa harapan. Inilah jurnalisme yang kita butuhkan: membangun, bukan memecah,” puji Ning Lia.
 
Jadi penghargaan ini kini menjadi jembatan. Ning Lia berharap semakin erat kolaborasi antar elemen bangsa: pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat luas.
 
Dan satu pesan sederhana yang ia bawa pulang malam itu: “Politik itu milik kita semua. Jangan biarkan orang lain menentukan masa depanmu, jika kamu sendiri tak mau melangkah,” pungkasnya. Wallahu A'lam Bisshawab. (*

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Redaktur CowasJP

Media Seduluran di Indonesia, sebagai sarana komunikasi dan silaturrahmi untuk menghidupkan semangat menulis melalui karya-karya jurnalistik yang inspiratif dan positif berdasarkan spirit persaudaraan dan persahabatan sepanjang masa.

Comments (0)

User